Satu Balita Tewas,Tiga Korban Alami Luka

Kendaraan angkot AMG, yang diamankan petugas sebagai barang bukti

Kecelakaan Maut di Jalan Tumenggung Suryo
MALANG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Raden Tumenggung Suryo Malang (depan toko Lancar Jaya), Kamis pagi kemarin. Satu  balita  tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara tiga orang lainnya, mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia adalah Mirza, 3 tahun. Sedangkan tiga korban luka adalah Dini Hakiki, 25 tahun (ibu Mirza), Siliah, 54 tahun (nenek Mirza) serta Toyani, 34 tahun, tetangga. Mereka semuanya warga Jalan Sanan XII, RT09 RW16, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing.“Ketiga korban hanya mengalami luka ringan. Usai mendapat perawatan di rumah sakit, mereka langsung diperbolehkan pulang,” ungkap Kanitlaka Polres Malang Kota, Ipda Budi Djoenaidi S.
Peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.00. Berawal dari korban Mirza bersama ibu serta dua korban luka lainnya, hendak menyeberang jalan raya dari barat ke timur. Ketika di tengah jalan, mereka berhenti karena dari arah utara ke selatan ada kendaraan yang melintas.
Saat berhenti inilah, dari selatan ke utara tiba-tiba menyelonong mobil angkot jalur AMG nopol N 826 UA. Mobil yang dikemudikan Hariono, 61 tahun, warga asal Rembang – Jawa Tengah, yang indekos di Jalan Tasikmadu Malang ini, berjalan terlalu ke kanan. Mungkin karena kurang hati-hati serta diduga pengemudinya mengantuk, mobil langsung menabrak keempat korban yang sudah berhenti di tengah jalan.
Karena saking kerasnya benturan, membuat keempat korban terpental dan jatuh ke median jalan. Nahas justru menimpa Mirza, saat terjatuh justru kepalanya dulu yang membentur, hingga membuatnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian, langsung menolong korban yang luka dengan membawa ke rumah sakit. Sedangkan sebagian warga lainnya, melaporkan ke petugas Lakalantas Polres Malang Kota.
“Dari hasil olah TKP serta keterangan beberapa saksi, penyebab kecelakaan itu karena pengemudi mobil yang kurang berhati-hati. Dan untuk kendaraan angkot, sudah kami amankan sebagai barang bukti,” terang Djoenaidi.
Ia juga mengimbau kepada para penyeberang jalan, ketika mau menyeberang untuk lewat di zebra cros. Terlebih di tempat kejadian kecelakaan ini, juga sudah disediakan lampu pelican yang mempermudah penyeberang jalan. “Di lokasi kecelakaan itu, jarak sekitar 10 meter ada zebra cros dan lampu pelican. Kenapa itu tidak dimanfaatkan, padahal ketika arus kendaraan ramai, lampu pelican itu sangat membantu untuk menyeberangkan,” jelasnya.
Sementara itu, ketika ditemui di rumah duka, Dini Hakiki ibu korban masih terlihat shock. Keluarga masih tidak mengizinkan untuk menemui karena takut kondisinya semakin shock. “Ibunya masih shock. Tadi kami bersama baru jalan-jalan di sekitar penjara (LP Lowokwaru) dan berniat mau pulang,” kata Siliah.(agp)