Tinggalkan Surat Pribadi

Sementara itu, ada dugaan aksi nekat Sutomo mengakhiri hidup ini karena frustasi, lantaran istrinya terus mengajak cerai. Dugaan itu dikuatkan dengan secarik surat yang ditemukan petugas Polsek Dau. Dalam surat yang terdapat bercak darah tersebut tertulis ‘Koen njauk pegad, koen njauk pisah sak iki tak turuti’ (kamu minta cerai, kamu minta pisah, sekarang saya penuhi).
“Surat tersebut kami temukan tepat di bawah tubuh korban saat menggantung. Dugaan kami, tuntutan istrinya meminta cerai itulah yang menjadi pemicu korban mengakhiri hidup,’’ urai Supari. Yang mengatakan jika tulisan pada surat tersebut murni tulisan tangan Sutomo. Itu setelah keluarga korban dimintai keterangan.
Petugas sendiri belum meminta keterangan istri Sutomo tentang isi dalam surat. Itu karena Siti istri Sutomo masih berduka. “Nanti setelah kondisi istri korban sudah tenang, kami akan meminta keterangan. Saat ini masih berduka, jadi belum dimintai keterangan,’’ tandas Supari.
Tewasnya Sutomo dengan cara gantung diri memang membuat geger warga . Namun begitu, tidak satupun dari warga yang tahu menahu persoalan, hingga membuat bapak dua anak ini nekat mengakhiri hidupnya. “Tidak tahu mbak, saya sendiri heran kok Cak Tomo ini nekat gantung diri,’’ kata Sodiq, 38 tahun, adik Sutomo.  Menurut Sodiq, kakaknya ini tipikal orang tertutup dan pendiam. Bahkan jika bertemu di jalan, mereka hanya bertegur sapa.
“Tidak pernah curhat atau bercerita, jadi kami tidak tahu,’’ kata pria berambut gondrong ini.
Senada Irwan mengaku tidak tahu menahu persoalan yang mendera korban hingga membuatnya nekat bunuh diri. Menurutnya, selain tertutup, Sutomo merupakan orang yang sibuk. Setiap hari, dia berbelanja sayur dengan istrinya dipasar, pulang ke rumah langsung berberes. Setelah itu Sutomo pergi ke ladang untuk mencari rumput atau lainnya. “Kalau orangnya baik, bertemu selalu bertegur sapa. Tapi kalau ngobrol tidak pernah, dia juga jarang kumpul-kumpul dengan warga, mungkin karena pekerjaannya sangat banyak,’’ kata Iwan, yang mengaku sangat prihatin. Terlebih, Sutomo selain meninggalkan istrinya, dia juga meninggalkan dua anak yang masih kecil-kecil.
“Kasihan anaknya, mereka masih kecil. Lia masih kelas 5 SD dan Cholis masih SMP,’’ tambah Iwan.
Sementara warga lainnya, mendapat informasi tewasnya korban pun langsung berdatangan, untuk menyampaikan rasa bela sungkawa. Bahkan saat jenazah korban dibawa ke kamar jenazah, warga terus berdatangan.(vik/ary)