Ibu Korban Belum Mau Diperiksa

MALANG – Penyidik Reskrim Polres Malang Kota, masih mendalami dugaan kasus malpraktek yang dialami Nia Agustina. Polisi berencana akan memanggil ulang, kedua orangtua bocah berusia 6,5 tahun tersebut, untuk dimintai keterangan terkait riwayat penyakit korban yang menyebabkan kelumpuhan.
“Kemarin lusa ketika melaporkan dugaan malpraktek, orangtuanya masih belum diperiksa. Penyidik hanya meminta keterangan singkat dari ayahnya. Sebab, orangtuanya meminta untuk segera pulang karena takut, lantaran rumahnya jauh. Apalagi, ibu korban saat itu juga masih belum mau diperiksa,” terang Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Kapan pemeriksaan dilakukan ? Nunung, mengatakan secepatnya penyidik akan menghubungi kedua orangtua Nia untuk segera datang ke Polres Malang Kota. Karena keterangan Imron serta Siti Aminah (kedua orangtua Nia, red) ini sangat dibutuhkan, sebagai bahan penyelidikan untuk mengungkap dugaan malpraktek tersebut.
Setelah melakukan pemeriksaan terhadap orangtua Nia, selanjutnya penyidik akan mencari bukti-bukti serta memanggil beberapa orang saksi dari pihak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, untuk dimintai keterangan. Termasuk kemungkinan, juga akan memanggil saksi ahli kedokteran.
“Proses penyelidikan dugaan malpraktek ini akan membutuhkan waktu lama. Setidaknya akan ada beberapa saksi yang dimintai keterangan. Karena untuk membuktikan malpraktek, tidak mudah,” ujar Nunung.
Sekadar diketahui, diusianya yang menginjak 6,5 tahun, Nia Agustina seharusnya melewati masa-masa indah bersama teman sebayanya. Sekolah dan bermain. Tetapi kelumpuhan total yang dialaminya, telah memupus semuanya.
Bocah kelahiran 10 Agustus 2008 ini, harus terbaring selamanya di tempat tidur. Jangan berdiri, untuk duduk ataupun miring saja ia tidak bisa. Kedua tangan serta kakinya kaku. Anak tunggal pasangan Imron dan Siti Aminah ini, mengalami kelumpuhan total setelah menjalani rawat inap di RSSA Malang, pada pertengahan 2013 lalu. Untuk mengungkap apakah Nia menjadi korban malpraktek, orangtuanya melaporkan ke Polres Malang Kota.(agp/nug)