Kawanan Jambret Kembali Beraksi

MALANG – Kawanan penjahat jalanan alias jambret, kembali beraksi di Kota Malang, Jumat (9/1) malam lalu. Kali ini, yang menjadi sasaran korbannya adalah seorang gadis, yaitu Fenty Dwi Marta, 24 tahun, warga Jalan Bantaran V, Kecamatan Lowokwaru. Tas berisi HP, uang Rp 500 ribu serta beberapa barang berharga miliknya hilang.
Akibat kejadian tersebut, Fenty mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 1 juta. Sementara peristiwa jambret yang dialaminya, langsung dilaporkan ke petugas Polsekta Kedungkandang.
“Laporan korban saat ini sedang diselidiki oleh petugas Reskrim Polsekta Kedungkandang. Selain meminta keterangan korban terkait ciri-ciri pelakunya, saat ini juga masih mencari keterangan saksi-saksi di lokasi untuk mengungkap pelakunya,” terang Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Nunung menambahkan, terkait dengan kejadian jambret ini, ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi. Jangan melewati jalan yang kondisinya sepi dan rawan terjadi tindak kejahatan. Termasuk menaruh tas atau barang di kendaraan yang mudah dirampas oleh pelaku jambret.
“Kejadian jambret ini, memang bukan yang kali pertamanya. Jadi untuk pengendara motor, terutama wanita yang selalu menjadi sasaran korbannya, supaya tidak memberikan kesempatan kepada pelaku jambret dengan menaruh barang sembarang di motor yang bisa memancing aksi kawanan pelaku jambret,” jelas Nunung.
Sementara itu, peristiwa jambret yang dialami Fenty ini terjadi di Jalan Terusan Sampurna, Kelurahan Cemorokandang, Kedungkandang. Malam itu sekitar pukul 19.30, korban naik motor sendiri. Ia berniat pulang ke rumah setelah dari bekerja.
Ketika melintas di lokasi yang kondisinya sepi, motor korban dipepet oleh dua pelaku berboncengan sepeda motor Yamaha Vixion warna putih. Setelah dekat, pelaku lalu merampas tas milik korban yang ditaruh di bawah setir. Meski sempat terjadi tarik menarik, namun karena tenaga pelaku lebih kuat, tas tersebut berhasil dirampas. Kedua pelaku langsung kabur. Sementara korban yang tidak terima lalu melaporkannya ke polisi.(agp/nug)