Kepergok Polisi, Maling Mobil Disergap

MALANG – Aktivitas tidur warga sekitar Jalan Ki Ageng Gribik, Kelurahan Lesanpuro, Kedungkandang, dini hari kemarin terusik. Warga sontak terbangun dari tempat tidur, setelah mendengar suara tembakan. Saat keluar rumah, mereka melihat aksi kejar-kejaran bak adegan film action. Beberapa polisi berpakaian preman, terlihat mengejar seorang pria yang diketahui sebagai penjahat.
Tak berapa lama setelah dikejar, Muhammad Sakur, 43 tahun ini akhirnya tak berkutik. Pria asal Sampang – Madura yang tinggal di kontrakan keponakannya di wilayah Landungsari Malang ini, menyerah setelah tersesat di gang buntu. Ia pasrah saat polisi memborgol kedua tangannya, lalu menggelandangnya ke Polsekta Kedungkandang.
Sakur ini adalah satu dari tiga pelaku pencurian mobil, yang selama ini gentayangan di Kota Malang. Ia disergap Tim Reskrim Polsekta Kedungkandang, setelah kepergok mencuri mobil Mitsubishi L300 nopol N 8321 AT milik Ahmad Ali, 49 tahun, warga sekitar.
Sedangkan dua pelaku lainnya berhasil kabur. Satu pelaku kabur lewat perkampungan warga. Sementara satu lagi kabur dengan mengendarai mobil Avanza yang dijadikan sarana beraksi. “Untuk dua pelaku yang kabur identitasnya sudah kami kantongi. Saat ini anggota masih menyelidiki keberadaannya,” ujar Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Putu Mataram.
Aksi pencurian mobil tersebut, dini hari kemarin terjadi sekitar pukul 03.00. Sebelum tertangkap, Sakur bersama dua pelaku lain keliling mencari sasaran dengan mengendarai mobil Avanza. Ketika melintas di Jalan Raya Ki Ageng Gribik, ketiganya tertarik untuk mencuri mobi L300 milik Ahmad Ali.
Dua orang pelaku langsung turun dari mobil, lalu meloncat pagar rumah korban. Tak lama kemudian, seorang pelaku kembali ke mobil untuk mengambil alat untuk memotong gembok. Setelah pintu pagar terbuka, Sakur lalu mengeluarkan mobil dengan cara mendorong hingga ke seberang jalan.
Saat hendak mau membawa mobil curian kabur,  petugas Reskrim Polsekta Kedungkandang yang kebetulan melintas curiga lalu berhenti. Petugas curiga, karena roda depan mobil yang dicuri tersebut bergoyang.
Ketika akan dicek, M Sakur yang semula di dalam mobil curian, langsung keluar dan kabur perkampungan. Begitu juga dengan dua pelaku lainnya. Mereka kabur ke arah utara. “Saat mereka kabur, keyakinan kami semakin kuat kalau mereka elaku curanmor,” jelas Putu.
Karena tidak ingin buruannya kabur, polisi terus mengejarnya. Alhasil, satu dari tiga pelakunya berhasil diamankan. “Pengakuannya baru sekali saja. Tetapi kami tetap akan mengembangkan kasusnya, karena dugaan ada TKP lain. Sekaligus memburu dua temannya yang berhasil kabur,”jelas perwira dengan pangkat satu melati.(agp/nug)

Semalam Dua Mobil Hilang
Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Malang terbukti  masih cukup tinggi. Sasarannya tidak hanya sepeda motor (R2), tetapi juga kendaraan mobil (R4). Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, dalam waktu semalam dua mobil hilang dicuri di dua tempat berbeda.
Kejadian pertama terjadi di Jalan BS Riadi XII (depan SMP Muhammadiyah I), Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen. Mobil Suzuki ST150 Futura N 1847 AH, milik PT Berkah Tobacco Indonesia ini hilang dicuri, ketika diparkir.
Ceritanya sebelum hilang, mobil tersebut dibawa oleh Santoso, karyawan PT PT Berkah Tobacco Indonesia. Sekitar pukul 19.00, mobil tersebut diparkir di lokasi dengan kondisi semua pintu terkunci. Setelah dipastikan aman, Santoso lalu pulang untuk mengikuti kegiatan tahlilan di rumahnya.
Sekitar pukul 22.00, saat Santoso kembali hendak mengambil tas berisi surat-surat serta uang Rp 1,5 juta yang tertinggal di dalam mobil, kaget lantaran mobil sudah tidak ada. Karena tidak ada yang mengetahui, dan yakin mobil telah dicuri akhirnya oleh Santoso dilaporkan ke Polres Malang Kota. Kerugian akibat kejadian itu, sekitar Rp 62 juta.
Peristiwa kedua terjadi di Jalan Ikan Piranha Atas, Kelurahan Tunjung Sekar, Kecamatan Lowokwaru. Mobil Suzuki Carreta N 1083 AN, milik Jumhari ini juga hilang dicuri. Menurut keterangan korban kepada polisi saat laporan, sebelum diketahui hilang malam harinya mobil diparkir di teras depan rumah.
Setelah dipastikan aman dengan kondisi semua pintu terkunci, oleh korban langsung ditinggal masuk rumah untuk istirahat. Pagi harinya setelah bangun tidur, korban melihat mobilnya seharga Rp 30 juta sudah tidak ada. Karena yakin dicuri, kejadian itu lalu dilaporkan ke petugas Polsekta Lowokwaru.
“Laporan pencurian itu sudah diterima. Anggota juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Saat ini perkaranya masih dalam tahap penyelidikan Unit Reskrim dan Polsekta Lowokwaru,” ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.(agp/nug)