Pengusaha Wanita Tipu Notaris Rp 600 Juta

Tersangka Debora Ester Linda saat diperiksa petugas
 
KEPANJEN- Debora Ester Linda, warga Perumahan Griyashanta Kota Malang, sejak kemarin harus mendekam di balik sel tahanan Mapolres Malang. Pasalnya, wanita berusia, 48 tahun ini tersangkut penipuan berkedok usaha kerjasama pengadaan beras. Tidak main-main, penipuan yang dilakukannya mencapai kerugian Rp 600 juta.
Sedangkan korbannya seorang notaris di Mondoroko Kecamatan Singosari, bernama Essa Ikbal Anis, 25 tahun. “Tersangka kami jerat dengan pasal 372-378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, yang ancaman hukumannya selama empat tahun penjara,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post kemarin.
Mulanya, korban mengenal tersangka melalui temannya pada awal tahun 2013 lalu. Sedangkan penipuan serta penggelapan yang dilakukan oleh tersangka terjadi pada pertengahan bulan September tahun 2014 lalu. Modusnya, karena tersangka sudah akrab dengan korban, meminta pinjaman untuk modal usaha senilai Rp 600 juta.
“Tujuannya, untuk pengadaan beras dalam jumlah yang banyak. Karena tersangka tidak mempunyai uang untuk melakukan pengadaan beras tersebut,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini. Lanjut dia, korban dijanjikan keuntungan bagi hasil lima puluh persen, ketika berasnya laku terjual.
Sedangkan tersangka sendiri, berjanji mengembalikan uang pinjaman itu pada akhir tahun 2014. Namun, tersangka tidak kunjung mengembalikan pinjaman itu. Sedangkan beras yang menjadi usaha tersangka, juga tidak diketahuii keberadaannya oleh korban. Karena merasa tertipu, membuat korban melaporkan kejadian itu ke Polres Malang.
“Setelah kami menerima laporan itu, langsung dilakukan penyelidikan. Kemudian, kami lakukan penangkapan terhadap tersangka. Saat ditangkap, tersangka tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya,” kata Mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Sedangkan di hadapan penyidik yang memeriksanya, uang pinjaman itu memang untuk membeli beras, namun, jumlahnya sedikit. Sedangkan sebagian besarnya lagi dana pinjaman milik korban itu, dipergunakan untuk usaha konveksi.
“Kedua usaha yang saya rintis itu, ternyata tidak membuahkan hasil. Tapi, saya tetap mengembalikan uang milik korban senilai Rp 50 juta. Kalau usaha saya sukses, pasti saya kembalikan,” kilah tersangka di hadapan penyidik yang memeriksanya kemarin.(big/ary)