Terapis Turen Gelapkan Mobil

Kedua tersangka H Erik dan Komsun saat diperiksa petugas

KEPANJEN- H Erik, 44 tahun, terapis pengobatan alternatif asal Desa Tanggung Kecamatan Turen ditangkap Polisi. Dia menggelapkan mobil Daihatsu Xenia K 8848 JF milik Abu Mansur, 37 tahun, warga Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Aksi kriminal itu dilakukan bersama dengan Komsun, 47 tahun, warga Desa Gedog Wetan Kecamatan Turen.
Erik dan Komsun ditangkap Satreskrim Polres Malang akhir pekan kemarin. Erik selama ini menyaru sebagai ahli pengobatan alternatif. Abu Mansur merupakan salah satu pasien pengobatan alternatif para tersangka.
 “Keduanya kami tangkap di rumahnya masing-masing. Mereka tidak bisa mengelak lagi saat ditangkap,” ujar Kastreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, peristiwa penggelapan yang dilakukan oleh kedua tersangka itu terjadi pada bulan November tahun 2014 lalu. Kedua tersangka dikenal sebagai ahli pengobatan alternatif di Kecamatan Turen. Abu Mansur datang berobat ke klinik kedua tersangka di Desa Gedog Wetan Kecamatan Turen.
“Modus yang dilakukan oleh keduanya, saat itu meminjam mobil korban dan akan dikembalikan pada pertengahan bulan Desember 2014 lalu,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Lanjut dia, alasan yang digunakan oleh kedua tersangka meminjam mobil itu, untuk mencari obat alternatif, bagi korban di Banyuwangi. Tanpa curinga, korban pun meminjamkan mobilnya. Apalagi korban, mempunyai saudara di Kota Malang. Sehingga korban tidak merasa khawatir saat meminjamkan kedua mobil tersebut kepada tersangka.
“Namun, hingga pertengahan bulan Desember seperti yang dijanjikan, mobil tersebut tidak dikembalikan,” kata mantan Kastreskrim Polres Tuban ini. Kemudian, korban berinisiatif mendatangi tempat praktik tersangka. Namun, keduanya selalu sulit ditemui. Hingga pada akhirnya korban berhasil menemui tersangka akhir bulan Desember lalu.
Namun, tersangka H Erik mentakan bahwa mobil yang dipinjam tersebut masih dipergunakan untuk mencari obat alternatif oleh Komsun. Karena selalu berbelit-belit ketika diminta mobilnya kembali, membuat korban curiga. Kemudian korban pun melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke Satreskrim Polres Malang.
Berbekal laporan itu, petugas bergegas melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka. “Menurut pengakuan kedua tersangka, mobil korban itu digadaikan oleh seseorang temannya yang berada di Gondanglegi,” kata Wahyu Hidayat. Polisi saat ini sedang memburu keberadaan mobil milik korban tersebut. (big/ary)