Jupang Gadang Dibui

MALANG – Hukuman penjara selama enam bulan, karena kasus judi bola pada 2013 lalu, ternyata belum membuat Muhammad Soli, 38 tahun, ini kapok. Faktanya, akhir pekan kemarin, warga Jalan Sartono SH, Kelurahan Ciptomulyo – Sukun ini, kembali berurusan dengan polisi.
Ia diringkus petugas Reskrim Polsekta Sukun, di depan Alfamart Jalan Raya Gadang Malang karena kasus yang sama. Bapak dua anak ini, kembali menjadi pengecer judi bola. Barang buktinya selain uang sebesar Rp 225 ribu, juga sebuah HP Nokia yang berisi catatan penombok.
“Tersangka M Soli ini, kami tangkap sesaat setelah ia menerima uang taruhan dari penomboknya. Barang bukti kami amankan tersebut, kami temukan di dalam saku celananya,” ungkap Kanitreskrim Polsekta Sukun, AKP Wisnu Prasetya, SH.
Wisnu mengatakan, penangkapan M Soli ini berdasarkan informasi masyarakat. Kemudian dari informasi tersebut, dilanjutkan dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya, begitu Soli baru menerima tombokan, petugas langsung menangkapnya. “Tersangka ini sebetulnya sudah lama menjadi target kami, namun baru akhir pekan kemarin berhasil kami tangkap,” ujar Wisnu.
Sementara itu, tersangka Soli mengaku kalau dirinya baru sepekan ini menjadi pengecer judi bola Liga Italia, Spanyol serta Liga Inggris. Namun kendati baru sepekan, tetapi omset setiap kali bukaan pertandingan, lumayan cukup besar, yaitu sekitar Rp 4 juta.
Hasil tombokan para penombok judi bola tersebut, dikatakannya disetorkan kepada seorang pengepul bernama Iwan. Iwan yang diketahui, warga Mergosono, Kecamatan Kedungkandang ini sendiri, saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Komisi yang saya dapatkan tidak besar. Hanya Rp 2.000 untuk setiap tombokan Rp 100 ribu. Komisi itu jika penombok yang menang. Namun kalau bandar yang menang, saya sama sekali tidak mendapatkan apa-apa. Terakhir komisi yang saya dapatkan adalah Rp 28 ribu, dari total uang taruhan Rp 1,4 juta. Meskipun sedikit, tetapi lumayan bisa untuk tambahan mencukupi kebutuhan keluarga,” terang tersangka M Soli, yang kesehariannya bekerja sebagai juru penumpang (jupang) di Terminal Gadang.(agp)