Pinjamkan Rp 600 Juta Demi Bantu Janda

Essa Ikbal Anis

KEPANJEN- Notaris bernama Essa Ikbal Anis, yang menjadi korban penipuan dari tersangka Debora Ester Linda, mendatangi Satreskrim Polres Malang kemarin siang. Korban yang mengalami kerugian Rp 600 juta itu menjelaskan, dirinya meminjamkan uang kepada tersangka lantaran iba atas status tersangka yang diketahui sebagai janda.
Notaris berusia 26 tahun itu menjelaskan, awal mulanya dia dikenalkan tersangka oleh temannya bernama Beni. Setelah menjalin komunikasi yang cukup lama, membuat keduanya akrab. “Kemudian Debora Ester Linda ini, meminjam kepada saya uang senilai Rp 600 juta. Katanya untuk usaha beras,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Karena sudah mengenal lama tersangka, tanpa curiga korban meminjamkan uang tersebut. Rinciannya, sebanyak sembilan kali pencairan ke rekening tersangka. Saat itu, dia dijanjikan oleh tersangka meraih keuntungan sebanyak 30 persen. Sedangkan usaha tersangka, dijalankan di beberapa kota/kabupaten di Pulau Jawa.
“Katanya beras itu akan dikirim ke beberada kota atau kabupaten di  Pulau Jawa. Seperti Semarang, Madiun, Ngawi, Tuban dan Bandung. Tidak hanya beras, juga ada kedelai, jagung, gula dan kebutuhan pangan lainnya,” tuturnya.
Setelah dipinjami uang untuk modal usaha kerjasama itu, tersangka sulit untuk ditemui. Ketika akan ditagih keuntungan yang dijanjikan, dia bermodus menjanjikan uang dari keuntungan tersebut diputar lagi untuk modal usaha. Karena terdapat gelagat yang mencurigakan, akhirnya korban melaporkan kejadian itu ke Polres Malang.
“Selama ini niat saya untuk membantu tersangka, eh malah jadinya kayak gini. Saya curiga setelah wujud pengadaan barang berupa beras itu tidak ada,” kata dia. Padahal usaha beras tersebut kata dia, nantinya akan diserahkan kepada istrinya untuk dikelola.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat mengatakan, korban masih memberikan kesempatan terhadap tersangka untuk mengembalikan pinjaman itu. “Telah disepakati selama waktu sembilan hari, tersangka harus mengembalikan uang korban. Bila tidak, maka proses hukumnya akan terus berlajut,” terangnya.
Hal itu seletalh anak tersangka menjanjikan akan mengembalikan uang yang telah digelapkan ibunya tersebut. “Proses mediasi masih terus berlangsung. Namun, untuk mencegah hal yang diinginkan, tersangka tetap diamankan di Mapolres Malang,” pungkasnya.
Seperti diberitakan kemarin, Debora Ester Linda, warga Perumahan Griyashanta Kota Malang, ditangkap Satreskrim Polres Malang. Penangkapan tersangka terkait dugaan penipuan berkedok usaha kerjasama pengadaan beras. Korban yang juga notaris Essa Ekbal Anis mengalami kerugian Rp 600 juta. (big/feb)