Malang Simpan Delapan Teroris

MALANG – Satu lagi teroris dari Jakarta dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lowokwaru, Kota Malang. Kali ini, terpidana William Maksum alias Dadan alias Tio alias Alan alias Ade Suherman dikirim ke Lapas yang beralamat di Jalan Asahan, Bunulrejo, Kota Malang, itu.
William Maksum tiba di Lapas Lowokwaru pukul 08.24 WIB, kemarin (13/1/15). Kedatangan pria asal Bandung ini mendapat pengawalan ketat dari sejumlah anggota Densus 88 Anti Teror dari Lapas Kelapa Dua, Jakarta. Dia dibawa menggunakan pesawat Sriwijaya Air, SJ 250 berangkat pukul 06.40 WIB dari Jakarta dan tiba di Bandara Abd Saleh, Malang pukul 08.10 WIB.
Dengan kedatangan William, jumlah teroris yang ada di Lapas Lowokwaru kembali menjadi 8 orang dari 1690 tahanan. Sebelum kedatangan Wiliiam, sudah ada Muhammad Agung Hamid, Fadli, Tamrin, Budi Utomo, Wagiono, Budi Supriyantono, dan Agung Fauzi. "Setelah M Cholili keluar jumlah narapidana teroris jadi tujuh, sekarang ketambahan William jadi delapan lagi," ujar Kepala Lapas Lowokwaru, Tholib.
Tholib tidak tahu persis apakah William berada dalam satu jaringan dengan teroris lain di Lapas tersebut. Kendati demikian, Tholib mengatakan dia mendapat informasi jika 4 orang yang terakhir datang berada dalam 1 kelompok dengan William. Keempatnya adalah Agung Fauzi, Budi Supriyanto, Wagiono dan Budi Utomo dipindah ke Kota Malang pada 7 Juli 2014.
"Keempatnya datang bersamaan beberapa bulan lalu. Informasinya, William satu kelompok dengan mereka. Tapi kami tidak tahu persis. Kami belum mempelajari lebih dalam. William sendiri divonis pidana 12 tahun penjara," tandasnya.
Informasi yang dihimpun Malang Post, William Maksum adalah teroris dari Bandung yang merupakan penghubung kelompok Abu Roban dan Santoso.  William Maksum ditangkap Densus 88 Polri pada hari Selasa, 7 Mei 2013 di Cipacing, Sumedang, Jawa Barat.
William memegang peranan penting dalam kegiatan koordinasi, jadi afiliasi kelompok Abu Roban dengan Autad Rawa, Santoso dan Abu Omar. Selain itu, dia aktif di Filipina Selatan dan ikut terlibat dalam konflik Poso.
Selama di pulau Jawa, William memberikan bantuan berupa personil maupun logistik (senjata) ke Poso yg dipimpin Santoso. William ditangkap dengan barang bukti berupa pistol jenis Browning rakitan, Magazen, amunisi Cal 3,8 spesial 200 butir,amunisi 9 mm 80 butir, pisau genggam, uang tunai Rp 6 juta, kamera 1 buah, dan senjata revolver 1 buah.
Catatan Malang Post, 4 teroris di Lapas Lowokwaru yang diduga satu kelompok dengan Abu Roban. Tapi untuk sementara, William akan ditempatkan di blok 12 atau sel asimilasi selama 15 hari hingga satu bulan. "Setelah itu, mereka akan dicampur dalam dua blok dengan tahanan yang lain. Akan tetapi masing-masing dari mereka menempati satu kamar yang berbeda. Kami punya pengawasan khusus. Tapi untuk perlakuan, kami berlakukan sama agar tidak ada pembeda antara narapidana teroris dan bukan," kata Tholib.
Lapas Lowokwaru merupakan penempatan pertama bagi William. Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Malang, Dodik Hermawan, membenarkan pihaknya mendapat instruksi dari Kejaksaan Agung dalam rangka pengamanan pelimpahan William. "Informasinya, dia adalah panglima teroris di Bandung," paparnya. (erz/han)