Penjahat Berpistol Satroni Rumah Guru

Tim Identifikasi Polres Malang saat melakukan olah TKP di rumah Saidi

Rumah Guru Diobok-Obok
KEPANJEN- Kawanan pencuri mengobok-obok rumah seorang guru SMPN 2 Kepanjen bernama Saidi, 45 tahun, di Perumahan Kepanjen Permai II, kemarin pagi. Salah satu pencuri dilaporkan membawa benda semacam pistol. Modus yang digunakan adalah memecah kaca jendela dan pintu beraksi kemudian mengambil barang berharga.
Aksi itu dilakukan ketika rumah sang guru tengah kosong. Lantaran ditinggal korban beserta istrinya mengajar. Sedangkan anak-anaknya masih sekolah.
“Kasus ini masih kami selidiki. Kami saat ini melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ujar Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat SIK kepada Malang Post kemarin.
Diperoleh informasi, peristiwa tersebut terajadi pada pukul 09.30 WIB. Saat itu, rumah korban sedang kosong ditinggal penghuninya beraktivitas. Sebelum kejadian itu terjadi, di sekitar perumahan tersebut mondar-mandir mobil Daihatsu Xenia W 648 EM. Mobil berwarna hitam itu, kemudian berhenti di depan rumah korban.
Kemudian, dari dalam mobil itu, keluar dua orang laki-laki. Ciri-cirinya satu orang berbadan tegap dan satu orang berbadan gemuk. Kedua orang itu, sama-sama mengenakan topi dan berlengan kaos panjang. Kemudian kedua orang itu masuk ke halaman rumah dengan membuka paksa pagar rumah tersebut.
Setelah itu, salah satu orang mengeluarkan benda sejenis senjata api dan menghantamkannya ke pintu serta jendela rumah yang terbuat dari kaca. Pecahan keras itu, didengar oleh tetangga korban yang berada di depan rumah. Tetangga korban bernama Tratih, 24 tahun, itu, kemudian mengintipnya dari dalam rumah.
“Senjatanya yang saya lihat, seperti pistol. Kemudian, kedua orang itu keluar dari rumah dan membawa satu kantong barang berharga yang dicuri,” kata Tratih di lokasi kejadia. Setelah berhasil membawa barang berharga itu, kedua pelaku masuk ke dalam mobil dan kabur begitu saja. Sedangkan Tratih, melaporkan kejadian itu ke kepolisian.
Sedangkan kepolisian, belum bisa memastikan apakah yang dipergunakan untuk memecahkan kaca itu apakah pistol asli atau bukan. “Saat ini kami masih mengumpulkan sidik jari yang tertinggal di lokasi kejadian. Melalui sidik jari itu, diketahui identitas pelaku,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya.
Kepolisian saat ini tengah memburu plat nomor mobil milik pelaku yang sudah teridentifikasi. Sedangkan barang berharga sebuah laptop dan dua buah HP amblas dicuri.(big/ary)