Ketua PAC PDIP Otaki Perampokan

MALANG- Unit Reskrim Polsek Pagak awal pekan kemarin berhasil menangkap kawanan perampok, yang cukup mengejutkan, salah satu tersangka M Marwi (50) merupakan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Pagak. Warga Desa Sempol Kecamatan Pagak ini tidak sendiri, ia diringkus bersama kedua tersangka lain, Tulin Sutjipto (44) dan Ngatiman (43).
 “Yang menangani kasusnya Polsek Pagak. Polres Malang sendiri hanya menerima titipan tahanan dari Polsek Pagak tersebut,” ujar Kasat Reksrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK kepada Malang Post semalam.
Kapolsek Pagak AKP Winarto ketika dikonfirmasi mengatakan, ketiga tersangka ditangkap setelah buron selama hampir tiga tahun sejak 2012 lalu. Ketiganya melakukan perampokan terhadap korban bernama Raseman 45 tahun warga Desa Sempol, RT 06 RW 02, Kecamatan Pagak. “Kejadian perampokan itu sendiri terjadi pada 12 Mei 2012 lalu. Jadi, kasus ini sudah cukup lama,” ujar Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya itu.
Menurutnya, saat itu korban kenal dengan tersangka Tulin Sutjipto. Keduanya merupakan tetangga yang berada di kampung tersebut. Tersangka Tulin, kemudian mengajak Raseman berpergian menggunakan sepeda motornya ke daerah Suko Kecamatan Sumberpucung. Tulin meminta Raseman mengantarnya ke rumah teman.
Di pertengahan perjalanan, kendaraan yang dibonceng keduanya dihentikan secara tiba-tiba oleh Ngatiman. Lokasi penghentian itu berada di Jalan Raya Banyu Urip Kecamatan Pagak. “Saat itu, jalanan sekitar sedang sepi. Ketika dihentikan, tersangka Ngatiman tiba-tiba memukul kepala korban,” terangnya.
Setelah korban tidak sadarkan diri, kedua tersangka mengambil barang berharga. Di antaranya dompet berisi uang senilai Rp 10,5 juta, HP dan sepeda motor. Korban lalu diikat dan ditinggal begitu saja di lahan tebu jauh dari permukiman. Usai perampokan tersebut, Tulin dan Ngatiman menjadi buron dan pergi berpindah tempat ke berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. “Setelah tidak terendus, keduanya kembali ke Pagak pertengahan tahun 2013,” tuturnya.
Pada awal tahun 2014 tersangka Marwi ditunjuk sebagai Ketua PAC PDIP Pagak. Pertengahan 2014, ketika AKP Winarto menjabat sebagai Kapolsek Pagak yang baru, ia membuka kembali kasus ini dan melakukan penyelidikan. Hasilnya, diketahui kedua tersangka tersebut menjadi eksekutor di lapangan.
“Dari keduanya muncul nama yang menjadi otak perampokan adalah M Marwi. Sehingga kami lakukan penangkapan di rumahnya,” terang AKP Winarto. Atas kejadian itu, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan, yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara.
Marwi yang merencanakan skenario perampokan tersebut mengaku kesal karena korban sering menunjukkan uang jutaan rupiah saat berbelanja atau membayar makanan. Marwi juga mengaku kepepet kebutuhan sehari-hari. "Uangnya saya pakai beli kebutuhan sehari-hari. Saya sebenarnya sakit, hipertensi sudah 5 bulan," aku tersangka Marwi.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Malang Sugeng Pudjianto mengku belum menerima laporan tersebut secara resmi dari kepolisian. “Saya hanya mendengar omongan dari masyarakat yang bersangkutan ditangkap kepolisian. Namun saya belum mengetahui secara jelas kronolgis yang sebenarnya terjadi,” urainya.
Menurutnya, bila hal itu benar-benar dilakukan oleh M Marwi, maka dia akan memintai klarifikasi terhadap yang bersangkutan. “Kami akan memberikan kesempatan bagi yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi. Apakah benar melakukan kejadian itu apakah tidak,” terangnya semalam. Jika laporan tersebut benar adanya, maka DPC PDIP akan menon-aktifkan Marwi dari jabatannya sebagai Ketua PAC PDIP Pagak sesuai AD/ART yang berlaku.(big/han)