Ketua PAC PDIP Pagak Otak Perampokan

KEPANJEN - Ketua PAC PDIP Pagak yang menjadi tersangka kasus perampokan M Marwi, 50 tahun, terancam diberhentikan secara tidak hormat oleh partainya. Ancaman pemberhentian itu dilontarkan langsung oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang yang sekaligus menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang Hari Sasongko, kemarin.
“PDIP selalu mengedepankan penegakan supremasi hukum. Bila terdapat anggota maupun pengurus partai kami yang melakukan tindak pidana, maka harus diproses hukumnya,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dia menjelaskan, sudah menjadi ketentuan mutlak, seluruh anggota dan pengurus partai tidak boleh melanggar hukum. Untuk itu, DPC PDIP Kabupaten Malang mempersilakan penyidik kepolisian untuk memproses kasus M Marwi hingga tuntas. Termasuk tidak akan menghalang-halangi tugas dari penyidik kepolisian untuk melakukan proses penyelidikan. “Kami juga tidak memberikan bantuan hukum pengacara terhadap yang bersangkutan,” imbuhnya.
Menurutnya, PDIP Kabupaten Malang berkomitmen untuk terbebas dari tindak pidana, apapun itu. Lantaran partai berlambang kepala banteng moncong putih itu sudah sepakat untuk menciptakan suasana maupun kondisi internal partai yang bersih dan kondusif. Meski, saat ini partai pimpinan Megawati Seokarno Putri saat ini sedang diuji.
“Kami mungkin masih bisa mentolelir bila terdapat anggota yang bermasalah dengan politik maupun kebijakan yang telah dikeluarkan. Namun, ketika itu sudah menyangkut ranah hukum dan pidana, kami tidak akan menolerir lagi,” paparnya. Sedangkan langkah konkrit yang dilakukan yaitu menunggu proses hukum yang dijalani tersangka.
Lanjut Hari, bila nantinya ada ketetapan hukum berupa vonis bersalah terhadap M Marwi, maka dia akan langsung memberikan sanksi berupa pemberhentian tidak hormat. “Tidak cukup itu saja, yang bersangkutan juga tidak bisa mencalonkan lagi jadi pengurus partai. Karena sudah melakukan pelanggaran berupa pidana,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Pagak AKP Winarto mengatakan, proses hukum terhadap  tersangka M Marwi terus dilanjutkan. “Tersangka sudah mengakui perbuatannya tersebut. Selain itu, kami juga telah mempunyai dua alat bukti yang kuat. Sehingga tersangka ini wajib menjalani hukumannya di tahan dalam penjara,” tuturnya.
Seperti pemberitaan sebelumnya, M Marwi bersama dua tersangka lainnya yakni Tulin Sutjipto, 44 tahun dan Ngatiman, 43 tahun, ditangkap Reskrim Polsek Pagak. Ketiganya terkait kasus perampokan pada tahun 2012 lalu dengan korban Raseman 45 tahun warga Desa Sempol, RT 06 RW 02, Kecamatan Pagak. (big/han)