Minta Difoto, Terpeleset di Sungai, Ditemukan Meninggal

MALANG POST -  Peristiwa tragis dialami siswa kelas V SDN Pakisaji 1, Dafa Raditya Rinjani (11 tahun), warga Jalan Pulangjiwo, Desa/Kecamatan Pakisaji, Jumat siang (16/1/15). Korban yang terpeleset di Sungai Metro Pakisaji, ditemukan tidak  bernyawa setelah sekitar 60 menit lebih dilakukan pencarian oleh warga bersama keluarganya. Tubuh anak pertama dari empat bersaudara itu pun, dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan tadi malam.
 “Dari informasi yang diperoleh, peristiwa berlangsung sekitar pukul 14.30. Awalnya, korban bersama dua temannya masing-masing Fajar Irasa dan Arsa Hidayat, bermain sepeda. Begitu sampai di lokasi, korban meminta kepada temannya yakni Arsa, untuk mengambil fotonya di sisi sungai,” kata Kapolsek Pakisaji, AKP Amung Sri W.
Saat hendak difoto itulah, tambahnya, secara tiba-tiba korban terpeleset ke Sungai Metro yang memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter dan lebar sekitar 5 meter. Korban yang tidak bisa berenang, seketika meminta tolong. Dua teman korban yang bermaksud menolong, sayangnya tidak bisa berbuat banyak.
“Teman korban kemudian meminta tolong warga. Namun sayang, saat upaya pencarian dilakukan tidak langsung menemukan tubuh korban. Dafa, baru ditemukan sekitar pukul 17.15. Posisi penemuan, berada di sisi sungai namun posisinya agak masuk ke dalam. Saat itu, ia sudah tidak bernafas,” tambahnya.
Terkait dengan kejadian itu, paparnya, keluarga korban enggan dilakukan otopsi pada Dafa. Karenanya, petugas hanya melakukan pengecekan tubuh korban. “Karena tidak bersedia dilakukan otopsi, maka anggota melakukan pengecekan anggota tubuh. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, rumah duka langsung ramai dikunjungi pelayat. Baik itu dari warga sekitar hingga teman korban. Bahkan, keluarga tampak hilir mudik mempersiapkan pemakaman tadi malam. Sedangkan bapak korban, Lukman Efendi, nampak tegar dan sesekali menjawab pertanyaan pelayat.
“Tidak mandi, terpeleset. Malahan, pakaiannya masih lengkap digunakan,” ujarnya tabah.
Seorang teman korban di kelas V A, Irfan, mengaku sangat kaget dengan kabar meninggalnya teman sekelasnya itu. Apalagi, kondisi korban saat sekolah juga sehat-sehat saja.  “Kaget. Anaknya pendiam, tapi enak kalau diajak bermain,” kata temannya seusai melayat. (sit/han)