Pengusaha Property Tipu Notaris Rp 4,8 Miliar

KEPANJEN – Pengusaha property berinisial HS, 43 tahun, warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang ditangkap tim gabungan Reskrim Polres Malang dan Reskrim Polda Metro Jaya, di Sunter Agung Tanjung Priok Jakarta Utara, Selasa (20/1) kemarin, dalam pelariannya.
Pria yang dilaporkan terkait kasus penggelapan dan penipuan senilai Rp 4,8 miliar itu, langsung diterbangkan ke Malang untuk langsung di masukan ke dalam sel di Mapolres Malang. Dia dilaporkan notaris di Mondoroko Kecamatan Singosari, Essa Ikbal Anis, 25 tahun, yang ditipu HS.
“Tersangka kami tangkap di tempat kerjanya. Kemudian kami bawa menuju Malang, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK kemarin.
Dari laporan korban, mula tersangka mengenal korban, melalui seorang temannya pada awal 2014 lalu. Keduanya aktif berkomunikasi baik melalui BBM maupun  telepon. Hingga pada bulan Septeember 2014 lalu, tersangka meminjam uang kepada korban.
“Kata tersangka, uang pinjaman itu dipergunkan sebagai modal property untuk membangun perumahan miliknya,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya.
Percaya dengan alasan itu, korban mentransfer uang sebanyak empat kali melalui ATM Bank BNI di Singosari dengan total Rp 4 miliar. Untuk mengelabui korban, tersangka menunjukkan CV dan lahan yang akan dibangun sebuah perumahan di wilayah Kota Malang. Padahal, lahan tersebut sudah digadaikan ke pihak bank swasta senilai Rp 8,2 miliar.
“Selain menyerahkan uang tunai, korban juga menyerahkan sertifikat senilai Rp 800 juta,” terang mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Setelah berhasil menguras harta benda milik korban, tersangka melarikan diri ke Sunter Agung Tanjung Priok Jakarta Utara, pada awal Oktober 2014 lalu. Korban yang mengetahui menjadi korban penipuan melaporkannya ke SPKT Polres Malang.
Sementara itu, tersangka mengelak melakukan penipuan. Melainkan usahanya sedang tidak baik dan menyebabkan kebangkrutan. “Kalau ada dana, pasti saya kembalikan. saya butuh waktu. Saya juga memijam atas nama pribadi,” kilahnya.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 378 KUHP. Ancaman hukumannya diatas 4 tahun.  (big/aim)