Kejar Pelaku Penembakan Aktifis Bangkalan

SURABAYA – Polda Jatim telah menurunkan Tim Kobra untuk mengejar pelaku penembakan terhadap Mathur Husairi, aktifitis anti korupsi di Bangkalan. Sebagai pendukung, Polda Jatim juga menempatkan satu unit tim Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan).
‘’Sudah, Satu tim sudah diturunkan ke TKP (Bangkalan). Mereka akan melakukan penyelidikan sekaligus mengejar pelaku penembakan,’’ tandas Kombes Pol Awi Setyono, Kabid Humas Polda Jatim di Crisis Center Polda Jatim, Selasa siang.
Menurut Awi, kasus penembakan yang terjadi di Bangkalan, Madura, dianggap sangat serius sekali. Apalagi, korban adalah aktifis gerakan anti korupsi yang ditembak sekitar pukul 02.00 Selasa dinihari, di depan rumahnya di Jl. Teuku Umar, Bangkalan.
‘’Tim Polda Jatim bekerjasama dengan tim dari Polres Bangkalan untuk mengejar pelaku. Kini, rumah korban sudah dipasangi garis polisi,’’ ucapnya dengan menyebutkan, sengaja tidak ditempatkan petugas di rumah Mathur Husairi (47 tahun).
Dari data yang dihimpun MP dari Polres Bangkalan menyebutkan, Senin, 19 Januari 2015, Mathur Husairi melakukan pertemuan (rapat) dengan sejumlah tokoh masyarakat. Penggiat anti korupsi itu dikenal sebagai Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Center for Islam and Democracy Studies (LSM Cides).
Rapat yang dilakukan di rumah salah satu tokoh itu agendanya membahas tentang kasus korupsi di Bangkalan. Usai rapat, Mathur Husairi langsung bergegas pulang menuju rumahnya di Jl. Teuku Umar dengan menggunakan Avanza bernopol M307 HA. Setibanya di depan rumah, korban turun dari mobilnya untuk membuka pagar.
Saat itulah, Mathur Husairi langsung ditembak oleh orang tidak dikenal. Penembak yang menggunakan motor diduga sudah membuntuti perjalanan Mathur Husairi sejak awal. Akibat peristiwa itu korban tersungkur bersimbah darah dengan luka di bagian pinggang sebelah kanan.
‘’Korban sebenarnya sempat mengejar pelaku. Tapi karena luka tembak di pinggang menembus pangkreas dan paru-parunya, akhirnya korban tersungkur,’’ ujar Kompol Yanuar Herlambang, Wakapolres Bangkalan.
Dikatakan Awi, sejak pagi kemarin, tim Polda Jatim telah melakukan rekonstruksi kejadian di lokasi. Sementara Mathur Husairi posisinya sudah berada di RS Dr Soetomo setelah sebelumnya mendapat rujukan dari RSU Syamrabu di Bangkalan.
‘’Kami masih terus mendalami kasus penembakan ini. Dan sekarang korban sudah di rumah sakit di Surabaya karena rumah sakit di Bangkalan tidak mampu menanganinya,’’ ujar perwira dengan tiga melati di pundak ini.
Menurut Awi, hingga kemarin, petugas sudah memeriksa lima orang saksi yang diduga mengetahui persis kejadian tersebut. Meski begitu, polisi belum berani menyimpulkan apa motif penembakan terhadap aktifitis ini.
‘’Yang jelas, selama ini, dia (korban) dikenal sebagai orang yang paling kritis pada  kasus-kasus korupsi. Kami berharap masyarakat Bangkalan menunggu proses penyelidikan dilakukan oleh tim,’’ ucapnya.
Ketika ditanya kejadian ini ada kaitannya dengan kasu yang menimpa Fuad Amin, mantan Bupati Bangkalan, Awi enggan merincinya. Sebaliknya, pihaknya minta masyarakat menunggu hasil penyelidikan  hingga selesai. ‘’Kami akan selidiki dulu hingga tuntas, jadi mohon menunggu,’’ pungkasnya. (has)