Suwono Tewas Hanyut di Sungai Lesti

TUREN – Empat hari hilang, Suwono  warga Dusun Krajan RT04 RW02, Desa Tawangrejeni, Kecamatan Turen, yang diduga hanyut di Sungai Lesti Desa Tawangrejeni saat pulang mencari rumput,  sore kemarin ditemukan. Tubuh pria berusia 60 tahun ini ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran Sungai Lesti perbatasan Desa Tawangrejeni dan Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
“Saat ditemukan warga, kondisi korban sudah tidak bernyawa,’’ kata Kepala Desa Tawangrejeni Riyanto kepada Malang Post, kemarin.
Saat ditemukan, tubuh Suwono sudah dalam kondisi tidak bagus. Bukan itu saja, di beberapa bagian tubuhnya juga ditemukan luka. Diduga luka tersebut akibat terbentur batu saat hanyut.
Penemuan Suwono dalam kondisi tidak bernyawa ini sontak menarik perhatian warga. Mereka pun berbondong-bondong datang ke sungai Lesti. Tidak terkecuali keluarga Suwono, yang seketika datang begitu mendengar korban ditemukan.
“Polisi tadi sempat meminta jenazah Suwono untuk dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang untuk visum, tapi oleh keluarga ditolak. Dengan membuat surat pernyataan, keluarga Suwono menerima kematian korban sebagai musibah. Itu sebabnya, begitu mayat korban dievakuasi oleh tim langsung dibawa pulang keluarganya’’ tambah pria ini.
Ditambahkannya, , Suwono hilang sejak Senin lalu. Sebelumnya, Senin pagi, Suwono seperti biasa pamit untuk mencari rumput, sebagai pakan ternak kambing miliknya. “Biasanya mencari rumput hingga sore, dan dia langsung pulang. Tapi saat itu hingga malam hari tidak pulang,’’ tambahnya.
Khawatir, keluarga  Suwono melakukan pencarian. Tapi karena hingga malam tidak kunjung ketemu, keluarga korban melapor ke perangkat desa dan Polsek Turen. “Malam itu juga kami langsung melakukan pencarian. Kami tidak hanya mencari korban di tempat mencari rumput, tapi juga menyisir jalan yang dilalui korban,’’ tambahnya, sembari mengatakan dari penyisiran itulah kuat dugaan jika Suwono hanyut terbawa arus Sungai Lesti.
“Karena kondisinya malam, pencarian tidak bisa dilakukan. Baru besok harinya, pencarian kembali dilakukan. Tidak hanya oleh warga, dan perangkat desa, tapi juga melibatkan personel Korps Sukarela PMI Kabupaten Malang, Tagana, Malang Selatan Rescue (MSR) dan Senkom,’’ tandas Riyanto. (vik/aim)