Tiga Warga Sukun Pasok Ribuan Pilkoplo

Ketiga pemuda asal Sukun Kota Malang yang di kedapatan memiliki ribuan butir pil koplo

MALANG – Peredaran pil double L di wilayah hukum Polres Malang masih marak dan sangat memprihatinkan. Tiga orang pengedar pil  yang dikenal sebagai pil koplo ditangkap Satreskoba Polres Malang  Rabu (21/1) sore lalu. Sebanyak 2000 butir pil koplo berhasil diamankan. Ketiganya  adalah Wahyu Prawito, 22 tahun, warga Jalan Simpang Sukun Timur, Syaiful Anwar, 30 tahun, dan Dedi Catur, 29 tahun, keduanya warga Jalan S. Supriadi Sukun Gg VI, Kota Malang
Kasatreskoba Polres Malang, AKP Syamsul Hidayat yang kemarin melakukan gelar perkara menguraikan, kasus ini terungkap bermula saat pihaknya terlibat dalam operasi gabungan yang digelar Polres Malang di Jalibar Rabu pagi kemarin. Sesuai tugasnya, anggota Satreskoba tidak melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan, melainkan melakukan pemeriksaan kendaraan serta pengemudi.
“Saat gelar operasi inilah salah satu tersangka, yakni Wahyu melintas dan terjaring razia,’’ kata Syamsul kepada Malang Post, kemarin.
Begitu terjaring razia, Wahyu memperlihatkan gelagat yang mencurigakan. Kepalanya terus menoleh ke kanan dan kekiri, kakinya juga terus bergoyang-goyang.  Gelagat mencurigakan inipun langsung direspon anggota reskoba yang selanjutnya melakukan penggeledahan terhadap Wahyu. Hasilnya, petugas menemukan 47 butir pil koplo.
“Pil koplo itu dibungkus plastik dan diletakkan di saku celanan belakang sebelah kanan,’’ tambah pria dengan tiga balok di pundak ini.
Semula Wahyu mengelak jika barang yang dibawanya adalah pil koplo. Sebaliknya dia mengatakan pil yang dibawanya adalah obat gatal titipan temannya. Tapi sayang, petugas tidak percaya dengan elakan tersangka, sehingga saat itu juga Wahyu dibawa ke Polres Malang untuk penyidikan lebih lanjut.
Dalam pemeriksaan, Wahyu mengakui jika pil koplo tersebut dibeli dari Dedi dan Syaiful. Berbekal nama tersebut, petugas memburu Syaiful, yang dilanjutkan dengan menangkap Dedi. “Baik tersangka Syaiful maupun Dedi kami tangkap di rumahnya masing-masing. Di rumah Syaiful kami tidak mendapatkan barang bukti, sedangkan di rumah Dedi kami mengamankan barang bukti 1953 butir pil double L,’’ kata mantan Kanit Reskrim Polsek Singosari ini, sembari mengatakan ketiga tersangka ini dijerat Pasal 196-197 UU No. 36 Tahun 2006 tentang kesehatan, dengan ancaman maksimal kurungan 9 tahun penjara.
Sementara itu baik Syaiful dan Dedi, keduanya sama-sama mengaku baru satu bulan ini menjadi pengedar pil koplo. Barang tersebut diperoleh dari salah satu temannya yakni berinisial B yang saat ini masih buron. “Saya beli Rp 250 ribu per bungkus. Satu bungkus berisi 1000 butir pil double L,’’ kata Dedi. Pil koplo tersebut oleh Dedi dijual kembali kepada Syaiful dengan harga Rp.400 ribu per bungkus.
Seperti Dedi, Syaiful pun langsung tancap gas mengedarkan pil tersebut. Dia pun meminta Wahyu temannya sebagai perantara untuk mengedarkan barang haram tersebut. Oleh Syaiful pil koplo tidak dijual per 1000 butir, melainkan di ecer dengan harga Rp 15 ribu per 10 butir.  “Keuntungan penjualan pil ini kami bagi dua,’’ tandas Syaiful.(vik/aim)