Awas,Penipuan Lewat Online Kian Marak

AKP Nunung Anggraeni

MALANG – Upaya polisi meminimalisir aksi penipuan di Kota Malang, masih belum berhasil. Hampir setiap hari, kasus penipuan dengan berbagai modus operandi terjadi. Masyarakat, juga banyak yang belum memahami tentang modus penipuan yang selama ini terjadi, sekalipun sudah banyak korbannya.
Rabu (21/1) lalu, Antok Mardi, 29 tahun, warga Perum Salahutu Indah, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun ini yang menjadi korbannya. Ia tertipu uang sebesar Rp 1,6 juta, setelah mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai karyawan PT Chevron.
Menurut keterangan Antok kepada penyidik saat laporan, peristiwa penipuan yang dialaminya terjadi sekitar pukul 11.48. Saat itu korban mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai karyawan PT Chevron. Pelaku mengatakan kalau korban diterima bekerja di PT Chevron.
Selanjutnya, korban diminta mentransfer uang ke rekening yang disebutkan pelaku. Uang tersebut alasannya untuk pembelian tiket saat tes seleksi. Pelaku mengatakan kalau uang akan dikembalikan saat korban mengikuti tes.
Kemudian korban dipandu ke ATM Mandiri di sekitar SPBU Tidar Sukun, untuk menekan beberapa nomor. Setelah uang ditransfer, korban lalu menghubungi pihak PT Chevron. Ternyata, sama sekali tidak pernah menghubungi korban. Atas kejadian itu, korban yang merasa tertipu lalu melapor ke Polres Malang Kota.
“Untuk laporannya sudah kami terima. Saat ini, perkaranya sedang dalam tahap penyelidikan Unit Reskrim,” ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Selain Antok, Afriandi Febriansyah, 22 tahun, warga Jalan IR Rais, Kelurahan Tanjungrejo, Sukun juga melapor ke Polres Malang Kota telah menjadi korban penipuan. Ia tertipu uang Rp 4,1 juta, dari pembelian laptop lewat online.
Dijelaskan korban saat laporan, penipuan yang dialami berawal saat ia melihat iklan penjualan laptop. Karena tertarik, korban mencoba menghubungi nomor telepon pelaku yang terdaftar. Setelah tawar menawar harga, akhirnya disepakati harga. Korban kemudian diminta mentransfer uangnya ke rekening pelaku atas nama Eko Sutrisna.
Setelah uang ditransfer, korban diminta untuk menunggu keesokan harinya. Namun ketika ditunggu barang tidak kunjung dikirim. Korban lalu mencoba menghubungi pelaku. Saat ditelepon, pelaku malah berbelit dan meminta tambahan uang. Lantaran merasa tertipu itulah, akhirnya melaporkan ke polisi.
“Dengan kejadian penipuan ini, kami kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan telepon gelap, atau pembelian lewat online. Karena kebanyakan itu hanya modus penipuan. Lebih baik dipastikan terlebih dahulu sebelum mentransfer uang,” papar Nunung.(agp/nug)