Perkosa Anak Tiri hingga Melahirkan

Tersangka Sehat Suhadi

KEPANJEN- Sehat Suhadi bin Selamet, warga Dusun Sumber Pang Lor RT 13 RW 04 Desa Sumbersuko Kecamatan Wagir ini layak disebut sebagai bapak biadab. Pria berusia 64 tahun tersebut, tega memperkosa anak tirinya sendiri berinisial DM, 17 tahun, warga Kabupaten Blitar, sebanyak tujuh kali, hingga hamil dan melahirkan.
Akibatnya, sejak Kamis (22/1) kemarin, dia harus menginap di Hotel Prodeo Mapolres Malang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. “Tersangka kami jerat pasal 81-82 UU no 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak di bawah umur,” kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, perbuatan bejat yang dilakukan tersangka terjadi pada pertengahan tahun 2013 yang lalu. Saat itu, kedua orang tua korban yang berada di Blitar bercerai. Sedangkan DM sendiri, memilih tinggal bersama ibunya yang menikah lagi dengan tersangka. Mulanya, tersangka memperlakukan baik korban layaknya anak sendiri.
Siapa kira, kebaikan tersangka tersebut memang ada maksud dan tujuan yang buruk. Saat istrinya pergi bekerja, korban melancarkan nafsu bejatnya itu. Tersangka menyuruh korban melayani hasrat seksualnya itu. “Bila tidak menuruti keinginan tersangka, ibu beserta korban diancam akan diusir dari rumahnya,” imbuhnya.
Karena ketakutan, korban pun menuruti keinginan nafsu bejat tersangka, lantaran dibawah ancaman. Apalagi korban juga diancam akan dipukul bila tidak mau melayani tersangka. “Total, sebanyak tujuh kali tersangka menyetubuhi korban. Seluruh kejadiannya, di rumah tersangka,” terang mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Sebanyak tujuh kali, membuat korban hamil. Kondisinya yang berbadan dua itu, membuat ibu korban curiga. Korban pun menceritakan kejadian itu kepada ibunya. Karena takut, ibu korban tidak segera melapor ke kepolisian. Hingga pada pertengahan 2014 lalu, korban bersama ibunya melarikan diri pulang ke Blitar .
“Baru pada pertengahan bulan Januari lalu, korban melaporkan kasus ini kepada kami. Karena masih disibukan dengan kelahiran bayi korban,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya. Menerima laporan itu, petugas kepolisian lalu menggrebek dan menangkap tersangka di rumahnya.
Sedangkan tersangka di hadapan penyidik yang memeriksanya, mengaku tidak kuat dengan kemolekan tubuh anak tirinya itu. “Saya melakukan hal itu saat istri saya sedang bekerja. Kalau kejadian kayak begini (dipenjara), saya tidak mungkin melakukannya. Saya harap bisa diselesaikan kekeluargaan,” cetusnya.(big/ary)