Tabrak Lari, Mahasiswa Polinema Tewas

Petugas Satlantas Polres Malang memeriksa kendaraan milik korban yang remuk, akibat kecelakaan tabrak lari.

TAJINAN- Nasib tragis dialami Abdurrohman, 20 tahun, warga Jalan Tunggrono RT 01 RW 10 Kecamatan Dampit kemarin. Pemuda yang mengendarai Yamaha Vixion N 6483 IQ menjadi korban tabrak lari di Jalan Raya Tambak Asri Kecamatan Tajinan. Akibat kecelakaan maut tersebut, korban tewas seketika di lokasi kejadian.
Korban mengalami pendarahan di kepala dan patah tulang di kedua tangan serta kedua kakinya. “Menurut informasi, yang menabrak kendaraan korban adalah truk gandengan. Namun, belum ada satu pun saksi yang mengetahui nopol truk gandeng tersebut,” kata Kanit Laka Lantas Polres Malang Ipda Yoyok Supandi kepada Malang Post kemarin.
Menurutnya, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu korban berniat untuk berangkat kuliah di Politeknik Negeri Malang (Polinema). Menggunakan sepeda motornya, korban berangkat dari rumahnya di Kecamatan Dampit. Seperti biasanya, untuk menuju kampusnya, korban melewati lokasi kejadian tersebut.
Mendekati lokasi kejadian, tepatnya di Desa Kalimeri Kecamatang Bululawang, korban memacu kuda besinya itu dengan kecepatan kencang. Kemudian melewati tanjakan, korban tidak mengurangi kecepatan kendaraannya. Diduga ngantuk, sepeda motor yang dikemudikannya, oleng ke sisi kanan atau arah berlawanan.
Dari arah berlawananan, datang truk gandeng yang tidak diketahui identitas serta siapa sopirnya. “Korban sebenarnya sempat berusaha kembali ke jalur semula. Namun, karena jarak kedua kendaraan itu sudah dekat, tabrakan keras tidak bisa terhindari lagi,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan satu balok di pundaknya tersebut.
Lanjut dia, sepeda motor korban pertama kali menabrak bagian depan truk tersebut. Sehingga membuat korban beserta sepeda motornya terpelanting keras ke pinggir jalan. Sedangkan truk yang menabrak korban, langsung melarikan diri.
“Karena saat kejadian masih gelap, maka, tidak banyak saksi, baik itu warga sekitar maupun pengendara yang lewat, yang mengetahui kejadian itu,” tuturnya. Sedangkan warga sekitar yang mendengar keras tabrakan itu, langsung berhamburan keluar. Kemudian mencoba menolong korban, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.
“Menerima laporan itu, kami bergegas menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Sedangkan jenazah korban, kami bawa ke Kamar Mayat RSSA Kota Malang,” pungkasnya.(big/ary)