BKSDA Tangkap Penjual Satwa Langka

Tersangka beserta barang buktinya berupa satwa dilindungi diamankan di Mapolres Malang, kemarin, serta Kangkareng yang berharga mahal

Seekor Burung Dihargai Rp 15 Juta
KEPANJEN- Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur menangkap seorang pelaku penjual satwa dilindungi via internet kemarin. Tersangkanya yakni Sukron, 32 tahun, warga Desa Wadung Kecamatan Pakisaji. Dari rumah tersangka, petugas setidaknya berhasil mengamankan tujuh satwa langka dan dilindungi.
Rinciannya yakni satu ekor lutung Jawa yang sudah mati, satu ekor burung nuri kepala hitam, satu ekor burung kakak tua seram, dua ekor burung kakak tua kecil jambul kuning dan dua ekor kangkareng. Kemudian oleh Petugas BKSDA Jawa Timur, tersangka bersama barang buktinya tersebut dibawa ke Mapolres Malang untuk diamankan.
“Pelaku ini, memang sebelumnya menjadi target operasi (TO) kami sejak satu bulan terakhir. Setelah kami selidiki dan di rumah tersangka dipastikan menjual hewan langka serta dilindungi itu, maka kami lakukan penggrebekan,” ujar Petugas BKSDA Jawa Timur Polisi Hutan (Polhut) Muda Dheni Nardiono kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, tersangka mendapatkan hewan-hewan langka serta dilindungi itu, dari beebrapa daerah di Indonesia. Diantaranya Manokwari, Jaya Pura, Ambon, Banyuwangi dan Palembang. Modus yang digunakan, terdapat orang kepercayaanya di masing-masing daerah itu, untuk mengantarkan hewan langka dan dilindungi itu kepadanya.
“Setelah mendapatkan hewan yang diinginkan itu, tersangka kemudian menjualnya situs internet dan juga situs jejaring sosial, Facebook,” paparnya. Lanjut dia, harga yang dijual bervariasi sesuai dengan tingkat kesulitan mendapatkannya. Yakni mulai harga paling murah Rp 500 ribu per ekor hingga paling mahal Rp 15 juta per ekor yakni burung Kangkareng.
Ditegaskannya, bukan masalah kerugian negara akibat dari perbuatan yang dilakukan tersangka. Melainkan sudah seharusnya keberadaan hewan yang sudah langka itu dilindungi. “Seperti burung kakak tua kecil jambul kuning ini, populasinya sudah sangat langka sekali. Harusnya, dilindungi dan dilestarikan. Bukan diperjualbelikan,” tegasnya.
Sedangkan tersangka sendiri dijerat dengan UU No 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam, hayati dan ekosistem. “Ancaman hukumannya sendiri minimal lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Kami juga berterimakasih kepada Satreskrim Polres Malang yang telah membantu penanganan kasus ini,” ucapnya.
Sementara itu, tersangka Sukron mengaku mengetahui perbuatan yang dilakukannya itu melanggar hukum. “Saya sudah setahun lebih ini, jual beli hewan satwa. Mulanya buat koleksi, tapi lebih untung ketika dijual kembali,” ujarnya enteng.(big/ary)