Tanpa Ampun! Polisi Tembak Pelaku Curanmor

MALANG – AM (39) warga Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang dan MS (33) warga Desa Dukuhmojo, Mojoagung Jombang, tidak menduga aksi pencurian di daerah Pasar Dinoyo, Kamis malam, menjadi aksi pencurian motor terakhirnya.
Satreskrim Polresta Malang menyergap keduanya saat sedang melakukan curanmor. Satu peluru menembus tulang kaki AM dan MS karena berusaha melawan petugas yang hendak menangkapnya. Residivis kambuhan itu tertatih-tatih menahan perih timah panas yang bersarang di kakinya.
Dia dipapah oleh dua tersangka lain, GK (45) warga Banjarejo Pagelaran Kabupaten Malang dan Fh (42) warga Rungkut Lor Surabaya dalam rilis curanmor di halaman kantor Polresta Malang tadi malam.
Kapolresta Malang, AKBP Singgamata, SIK menyebut empat tersangka itu merupakan jaringan curanmor yang sempat meresahkan masyarakat beberapa waktu belakangan. “Kita sudah menangkap 2 tersangka pemetik dan 2 penadah dari 16 TKP curanmor. 4 sudah kita ungkap, sedangkan 12 TKP masih dalam pengembangan,” kata Singgamata kepada wartawan, Sabtu malam (24/1/15).
Dari penangkapan empat tersangka, polisi menyita barang bukti berupa empat kendaraan bermotor, sejumlah uang, handphone, serta alat-alat yang digunakan untuk melancarkan aksi pencurian. Yakni, kunci T, kunci Y hingga linggis. Beberapa alat ditemukan karena modus jaringan curanmor yang ditangkap oleh Satreskrim Polresta Malang adalah pencurian dengan pemberatan.
Dari keterangan petugas, dua tersangka pemetik, AM dan MS mengincar kendaraan yang tidak diparkir dengan baik. Setelah sukses menggondol motor memakai kunci T dan kunci Y, AM dan MS menjualnya kepada penadah GK dan mengamankan hasil curiannya di sebuah gudang di daerah Gadang, Kota Malang.
Satu motor dihargai sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Barang tersebut, lalu diboyong oleh GK ke Surabaya dan dijual lagi kepada FH yang kesehariannya bekerja sebagai makelar jual beli sepeda dengan harga Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per motor. Barang curian dilarikan lagi hingga ke Sampang, Madura.
Polresta Malang melakukan pengembangan untuk menggali barang bukti hingga ke Pulau Madura. Bahkan, kabarnya kebanyakan sepeda motor curian ini sudah terjual di Sampang Madura. “Kita lakukan pengembangan dan mendapati barang curian sudah sampai di Madura. Yang jelas, ini adalah jaringan curanmor lintas daerah tapi masih dalam provinsi Jawa Timur,” kata Singgamata.
Polisi enggan berkompromi dengan residivis yang sudah meresahkan masyarakat Kota Malang. Tak heran, Singgamata sudah menginstruksikan anggotanya untuk menindak tegas para pelaku curanmor yang melawan dan tidak kooperatif dengan petugas.
“Kita akan fokus menggelar operasi curanmor yang meresahkan masyarakat Kota Malang. Dengan menangkap dan menembak pemain lama serta residivis seperti ini, kami harap bisa menurunkan tingkat kriminalitas,” tutup mantan Kapolres Lumajang itu.(fin/han)