350 Preman Surabaya Terjaring Operasi Cempaka

SURABAYA – Polrestabes Surabaya benar-benar tidak memberi ruang gerak untuk para preman berkeliaran. Operasi keberadaan preman yang sering meresahkan masyarakat Surabaya ini terus dipersempit. ‘’Secara rutin, kami terus melakukan operasi preman untuk memberi kenyamanan warga Surabaya. Sehingga, Surabaya benar-benar aman bagi siapa saja,’’ kata AKBP Sumaryono, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya saat gelar perkara di Mapolres, Minggu siang.
Menurut dia, pemberantasan preman yang dikemas dalam operasi Cempaka tergolong cukup berhasil. Dalam 5 hari operasi saja terdapat 350 preman yang terjaring tim Polrestabes Surabaya. Mereka setelah dikelompokkan terbagi atas 320 kasus. Mulai dari pemalakan, copet, jambret hingga tindakan kekerasan lainnya. ‘’Kasusnya kini tengah dalam proses semuanya,’’ ujarnya.
Dalam operasi Cempaka, Polrestabes tidak sendirian. Namun melibatkan tim gabungan dari jajaran setingkat polsek-polsek. Cara ini dianggap sangat jitu dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi. ‘’Tidak hanya terminal. Semua titik yang kami anggap rawan pasti kita operasi. Dalam operasinya bisa saja Reskrim Polrestabes sendirian atau juga gabungan dengan tim di tingkat jajaran. Lihat kebutuhannya,’’ pungkasnya.
Sementara itu dalam gelar perkara, selain ditampilkan 350 preman yang tejaring operasi Cempaka, ditunjukkan pula sejumlah barang bukti yang diamankan. Antara lain, 124 peluit, 35 bendel karcis parkir, uang Rp 2,2 juta, Airsoftgun 1 pucuk, senjata tajam 8 pucuk, gitar 6 buah, miras 54 botol, rompi 5 potong  juga 11 unit pedang penghabisan. (has/udi)