Ledakan di Tumpang, Satu Warga Tewas

MALANG POST - Ledakan kuat terjadi di salah satu rumah di RT 59 RW 04 Dusun Panggung (Baran), Desa Baran, Kecamatan Tumpang, kemarin sore. Rumah yang teridentifikasi milik Samidin, 60 tahun itu, mengalami kerusakan akibat terkena ledakan yang diduga berasal dari mercon.
Selain merusak bagian atap, genteng hingga kaca rumah, seorang pria yang diduga pembuat mercon yakni Jainudin, 20 tahun warga RT48 RW04, Dusun Panggung, tewas di tempat.
Tubuh Jainudin, ditemukan tergeletak di lantai dasar rumah. Sementara lokasi pembuatan, diduga berada di lantai II.
“Korban yang meninggal diduga sang peracik mercon. Untuk kepentingan penyidikan, terhadap lokasi masih di police line. Dengan pertimbang, diduga masih ada bahan mercon. Karenanya, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita masih menunggu tim Jihandak untuk mensterilkan lokasi benar-benar sudah aman,” kata Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto di tempat kejadian perkara.
Kata Aris usai kejadian ledakan terjadi, lokasi langsung disterilkan dan menunggu tim Jihandak. Bahkan, hingga pukul 20.00, tim masih dalam perjalanan.
“Untuk sementara masih dalam penyidikan. Karena sampai malam ini, kita masih berusaha mendatangkan Jihandak. Baru nantinya, dilakukan penyidikan dan bisa memastikan mengenai lokasi ledakan ini. Yang pasti, satu korban meninggal dunia,” paparnya.
Samidin saat dikonfirmasi, mengaku tidak tahu-menahu dengan aktifitas yang dilakukan oleh Jainudin. Dengan alasan, selain dirinya tidak kenal, juga tidak pernah meminta korban untuk membuat mercon dirumahnya.
“Saya tidak kenal Jainudin. Apalagi, sampai membuat mercon di rumah,” ujarnya.
Ditambahkannya, saat ledakan mercon menimpa rumahnya, ia malah diberitahu oleh tetangganya. Saat kejadian, dirinya berada di pabrik Pisang Agung Dusun Panggung. “Saya itu punya tiga rumah. Jadi, tidak setiap hari ada di sini (lokasi) dan mengawasi rumah. Makanya, saya terkejut juga dengan kejadian ini,” paparnya.
Disinggung mengenai istri dan keluarganya, Samidin mengaku, saat kejadian berlangsung, istrinya Lisaudah sedang mengantarkan anaknya bernama Linda pergi mengaji. Karenanya, saat kejadian itu, istri dan anak selamat.
“Istri saya informasinya waktu itu mengantar anak untuk mengaji,” imbuhnya.
Ditanya lebih lanjut mengenai mercon, Samidin menjelaskan, sudah dua tahun terakhir tidak pernah membuat. Dahulu, memang pernah membuat. Namun, itu dilakukan sendiri dan berlangsung di rumah mertuanya bernama Wagimo, yang posisinya rumahnya persis bersebelahan dengan rumahnya.
“Dulu, kalau membuat biasa sebelum lebaran atau ada pernikahan. Sekarang, sudah hampir dua tahun ini tidak pernah melakukan pembuatan. Dulu, saat membuat pun juga di rumah mertua. Bukan di rumah ini,” paparnya.
Kades Kidal, Achmad Taufik, yang saat kejadian juga ada di lokasi, mengaku juga tidak tahu menahu mengenai hubungan Samidin dengan korban Jainudin. Namun, dari pihak keluarga Wagimo, mengatakan memang ada hubungan kerabat.
“Informasinya, Jainudin itu masih kerabat jauh dari mertua Samidin. Sementara rumah korban, itu jaraknya sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian. Saat kejadian berlangsung, Wagimo sedang mandi. Sedangkan untuk korban ledakan, tubuhnya masih di lantai dasar,” ungkapnya.
Mengenai Samidin, pun juga tidak pernah tahu, apakah membuat mercon atau bukan. Hanya saja, keseharian Samidin adalah usaha rokok. “Kalau soal mercon, saya sendiri tidak tahu,” ujarnya.
Yang menarik dalam kejadian itu, rumah Wagimo yang lokasinya bersebelahan dan bahkan berhimpitan, tidak mengalami kerusakan parah. Begitu juga, dengan kaca rumah juga utuh. (sit/ary)