Dua Pelaku Pengedar Upal Ditangkap

Kedua tersangka bersama barang buktinya

TUREN- Reskrim Polsek Turen, berhasil membekuk dua orang pelaku pengedar uang palsu (Upal) kemarin. Kedua tersangka tersebut, ditangkap saat mengedarkan uang palsu di Masjid Tiban di Desa Sanan Rejo Kecamatan Turen. Dari tangan keduanya, petugas berhasil menyita upal senilai Rp 13,4 Juta.
Rinciannya uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 134 lembar. Sedangkan kedua tersangka itu yakni Isa Aji Pangestu, 58 tahun, warga Desa Tumpuk Renteng Kecamatan Turen. Seorang tersangka yakni Lasmawi, 43 tahun, warga Dusun Tambak Watu RT 07 RW 20 Desa Tambaksari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan.
“Kedua tersangka ini kami dijerat pasal 245 KUHP tentang peredaran uang palsu dan diancam hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara,” ujar Perwira Unit (Panit) Reskrim Polsek Turen Ipda Poernomo kepada Malang Post kemarin. Dijelaskannya, kedua tersangka ditangkap, saat mengedarkan uang palsu di Masjid Tiban.Masjid Tiban atau Pondok Pesantren Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah ini, memang menjadi sasaran keduanya untuk mengedarkan upal. “Keduanya memilih tempat itu untuk mengedarkan upal, karena kondisinya yang ramai dan dipadati pengunjung. Sehingga, korbannya tidak teliti dan tidak mengecek upal tersebut,” terangnya.
Dijelaskannya, status keduanya adalah teman akrab di Kabupaten Pasuruan. Saat itu, Lasmawi, diajak Isa untuk mengedarkan upal tersebut. Dia dijanjikan keuntungan Rp 100 ribu, setiap mengedarkan satu lembar upal itu. Lasmawi berhasil membeli rokok menggunakan upal di toko yang berada di area Masjid Tiban.
“Dari membeli rokok menggunakan upal, tertsangka Lasmawi mendaptkan kembalian senilai Rp 73 ribu,” terang mantan Kanit Reskrim Polsek Singosari ini. Sedangkan tersangka Isa, membeli makan di warung area pondok menggunakan upal. Saat membayar makanan itu, pemilik warung itu curiga dengan kondisi uang itu.
Dihadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka Isa mengaku mendapatkan upal tersebut dari temannya bernama Edi dari Gempol Kabupaten Pasuruan. “Saya beli senilai Rp 5 juta untuk Rp 15 juta uang palsu tersebut. Sedangkan saya sudah tiga kali mengedarkan uang palsu, di Masjid Tiban tersebut,” ujarnya.
Sedangkan tersangka Lasmawi mengaku  hanya diajak Isa untuk mengedarkan uang palsu tersebut. “Saya dijanjikan keuntungan Rp 100 ribu tiap berhasil menmgedarkan satu lembar uang palsu. Sayapun mengiyakan, karena butuh uang,” ucapnya di tempat yang sama. (big)