Beraksi di 17 TKP, Pelaku Curanmor Dibekuk

Tersangka Munari bin Mugiman 

DAMPIT- Munari bin Mugiman, 35 tahun, warga Jalan Blambangan RT 08 RW 05 Kelurahan/Kecamatan Dampit, sejak kemarin harus mendekam di sel Mapolsek Dampit. Pasalnya, tersangka terkait kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) yang beraksi di 17 tempat kejadian perkara (TKP) di Kecamatan Dampit dan Kecamatan Turen.
“Tersangka kami tangkap di rumahnya. Tersangka ini kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, yang ancaman hukumannya lima tahun penjara,” ujar Kanit Reskrim Polsek Dampit Ipda Sholeh Masudi kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, tersangka melakukan pencurian sepeda motor sebanyak delapan kali di Kecamatan Turen dan sembilan kali di Kecamatan Dampit. Selama ini, tersangka menjadi target operasi dari Polsek Dampit. Namun, baru bisa ditangkap Senin kemarin. Penangkapan tersangka itu, bermula dari laporan salah satu warga Kecamatan Dampit.
Yakni Buma Yanuar Pribadi, 49 tahun, Warga Jalan Ngurawan RT 11 RW 03 Kelurahan/Kecamatan Dampit. Saat itu, korban melaporkan sepeda motor Honda Sopra N 3784 E yang diparkir di teras rumahnya, hilang dicuri maling pada hari Rabu  (14/1) lalu. Kemudian dia melaporkan peristiwa yang dialaminya itu, ke Polsek Turen.
“Kemudian, petugas kami melakukan penyelidikan, dengan memintai keterangan dari para saksi,” ujar mantan Kasubag Humas Polres Malang ini. Melalui penyelidikan itulah, diketahui yang melakukan pencurian itu adalah tersangka Munari. Hal itu kemudian dikuatkan dengan informasi masyarakat, yang mengetahui keberadaan tersangka.
Pada hari Senin (26/1) dini hari, ada warga  melihat tersangka berkeliaran di sekitar rumahnya. Atas informasi itu, kepolisian langsung bergegas menuju rumah tersangka dan melakukan penangkapan. “Tersangka ini, sangat licin ketika saat hendak ditangkap. Karena tersangka ini, sering berpindah-pindah tempat,” imbuhnya.
Mendapatkan kesempatan yang baik itu, saat tersangka pulang ke rumahnya, tentunya tidak disia-siakan oleh petugas dengan dilakukan penangkapan. “Saat hendak ditangkap, tersangka sebenarnya hendak kabur. Tapi, petugas kami sigap dengan melakukan penghadangan,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan satu balok di pundaknya.
Dijelaskannya, tersangka ini merupakan spesialis curanmor di pinggir jalan, sawah, kebun dan tempat sepi lainnya. Modusnya, memanfaatkan kelengahan dari korbannya. Selain itu, kecerobahan masyarakat saat memarkir sepeda motor, juga menjadi sasaran.
Sementara itu, tersangka Munari bin Mugiman mengaku bekerja tidak sendiri. Melainkan juga ada temannya yang berstatus sebagai joki. “Saya eksekutornya. Ada teman saya yang melakukan pengawasan. Sedangkan alat yang dipergunakan untuk membandrek kunci sepeda motor, menggunakan kunci T,” terang tersangka.
Sedangkan hasil penjualasepeda motor di 17 TKP dia mengaku dipergunakan untuk membayar hutang. “Pekerjaan saya sebagai bengkel tidak cukup untuk menghidupi keluarga saya. Jadi, saya mencuri sepeda motor ini untuk dapat penghasilan tambahan,” pungkasnya. (big/nug)