Polisi Amankan Mercon Aktif

MALANG POST - Ledakan mercon yang menyebabkan perakitnya meninggal di lokasi kejadian pada Minggu sore, terus didalami petugas Polres Malang dan Polsek Tumpang. Senin pagi hingga siang kemarin, lokasi kejadian di rumah Samidin, 60 tahun warga RT59 RW04 Dusun Panggung (Baran), Desa Baran, Kecamatan Tumpang, kembali didatangi petugas dengan mendatangkan tim Jihandak Ampeldento dan Labfor Polda Jatim.
Tim Jihandak yang diterjunkan kali pertama, dimaksudkan untuk memastikan lokasi di pusat ledakan, benar-benar steril dari mercon aktif sebelum dilakukan olah TKP. Dalam netralisir itu, selain lantai dasar yang dijadikan sasaran pengecekan, juga lokasi pusat ledakan yang berada di lantai dua rumah yang letaknya di bagian belakang.
Dalam pengecekan itu, petugas berhasil mengamankan mercon aktif siap ledak dengan ukuran diameter 3,5 cm. Dari temuan itu, barang bukti yang mudah meledak itu langsung diamankan. Selain mercon aktif, petugas juga menemukan belerang, lem, semen, kertas untuk mercon dan bubuk sisa mercon.
“Untuk mercon aktif sudah diamankan. Mercon aktif itu ditemukan di lokasi sekitar pusat ledakan,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat di lokasi kejadian.
Setelah lokasi dinyatakan aman, siangnya tim Labfor Polda Jatim dengan dibantu tim identifikasi Polres Malang, melakukan olah TKP. Selain pusat ledakan di lantai dua yang menjadi pusat perhatian petugas, sejumlah ruang dan lokasi terlemparnya tubuh Jainudin (korban meninggal), 20 tahun, yang disebut-sebut perakit, pun turut dilakukan pemeriksaan.
Sekitar 2 jam lebih melakukan olah TKP, tim Lapfor Polda Jatim yang dipimpin Kompol Lukman, langsung mengamankan sekitar tujuh barang bukti yang akan diperiksa dan dimasukkan dalam kemasan berbeda. Beberapa barang bukti itu, di antaranya serpihan di pusat ledakan, pematik korek, karung kalium florat kapasitas 25 kilogram (Kg), gulungan mercon, gumpalan darah korban dan serbuk kuning yang diduga kuat adalah sulfur atau belerang.
“Setelah Jihandak melakukan penyisiran lokasi dan mengamankan mercon, dalam olah TKP Labfor Polda Jatim diamankan korek api (pematik) yang ditemukan di titik ledakan. Diduga kuat, penyebab meledaknya mercon yang menghancurkan rumah Samidin dan membuat peraciknya meninggal adalah korek api. Sementara untuk jumlah merconya, dipastikan lebih dari satu,” tambah Kasatreskrim.
Dari temuan itu, dapat disimpulkan rumah Samidin adalah tempat produksi. Hanya saja, milik siapa atau siapa yang melakukan produksi, masih dalam pengembangan. “Untuk pengembangan awal, baru tiga saksi yang sudah diminta keterangan,” imbuhnya.
Sementara itu terkait dengan temuan karung kalium florat di lokasi kejadian, sedikit membuat curiga petugas. Masalahnya, kalium florat merupakan bahan yang sulit didapat. Sedangkan di lokasi kejadian, karung yang kapasitasnya 25 Kg itu, ditemukan ada sebanyak tujuh karung.
“Siapa pun pemiliknya, ini termasuk hebat. Masalahnya, mampu membeli kalium florat dalam jumlah banyak. Bahan campuran ini, biasanya dalam mercon memiliki komposisi yang lumayan banyak yakni 70 persen, 20 persen serbuk dan sisanya 10 persen belerang,” papar seorang anggota Labfor.
Sebagaimana diberitakan, Minggu sore secara tiba-tiba rumah Samidin mengeluarkan bunyi ledakan kuat yang disebabkan dari mercon. Selain merusak rumah, pria yang diduga perakit, meninggal di lokasi kejadian. Sementara Samidin bersama keluarganya, berhasil selamat. (sit/han)