Jadi Kurir Ganja, Warga Kedungkandang Dibekuk

MALANG – MA alias Acil, warga Jl KH Hasyim, Kedungkandang, tidak menyangka kalau aksinya selama ini sebagai kurir ganja bakal ketahuan polisi. Rupanya beberapa bulan sebelum ia tertangkap di rumahnya Jumat (16/1/15), gerak-gerik pria berusia 21 tahun ini sudah masuk dalam intaian polisi.
Polisi mendapat informasi kalau Acil menjadi kurir ini dari seorang pengedar obat terlarang, yang sekarang juga menjadi tahanan Polres Malang Kota. "Dari informasi itu, polisi melakukan pengembangan dan akhirnya pada Jumat (16/1/15), polisi menggrebek rumah tersangka," ujar Kasubbag Humas Polres Malang Kota, kemarin (26/1/15).
Ditambahkan, dari penggerebekan tersebut, Acil kedapatan menyimpan dua paket ganja seberat 80 gram. Polisi mendapatkan barang bukti tersebut, di lemari kamar Acil. Kedua paket ganja tersebut dia bungkus menggunakan kertas koran. Rencananya, kedua paket ganja ini akan diantar ke pembeli.
Keterangan yang digali polisi, dua paket tersebut dihargai Rp 800 ribu. Acil berperan sebagai kurir. Ganja sampai ke tangan dia, lalu dia antar ke pembelinya. Sementara uang bayarannya, langsung dibayarkan oleh pembeli, kepada si penjual.
Setiap satu kali antar, Acil diberi Rp 50 ribu dari si penjual. "Penjual tersebut masih temannya, sekarang masih buron. Tersangka mendapatkan Rp 50 ribu setiap kali dia mengantar paket ke pembeli," urai Nunung.
Kepada polisi, Acil mengaku bukan pemakai. Dia hanya menerima dan langsung mengirimnya ke pembeli. Dalam 2 minggu terakhir ini, Acil sudah melakukan pekerjaannya sebanyak 3 kali.
Akibat perbuatannya itu, sekarang Acil terpaksa menjadi tahanan Polres Malang Kota. Dia dijerat pasal 111 ayat 1, UU nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman 4 sampai 12 tahun penjara. "Teman tersangka yang menjadiu penjual, kulakan di Kota Malang. Sekarang, polisi terus melakukan pengembangan atas kasus ini," pungkas Nunung. (erz/nug)