Ditagih Koperasi, Siyono Gantung Diri

WAGIR- Dusun Darungan RT 25 RW 09 Desa Mendalan Wangi Kecamatan Wagir gempar pada Senin (27/1) dinihari, kemarin. Pasalnya, warga sekitar dikejutkan aksi nekat dari Siyono, 50 tahun, warga sekitar, yang memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon sengon di area persawahan.
“Keluarga korban, mengikhlaskan kepergiannya. Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi pada jenazahnya,” ujar Kapolsek Wagir AKP M Yusuf kepada Malang Post kemarin. Dijelaskannya, peristiwa yang menggemparkan warga sekitar tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, diketahui korban terlihat terakhir pagi hari.
Setelah itu, keberadaan korban tidak diketahui oleh keluarganya. Pada malam hari, seorang pencari rumput bernama Sukarlan, 45 tahun, warga sekitar sedang mencari rumput di sekitar lokasi kejadian. Kemudian, dia curiga ada sosok yang menggantung di pohon sengon. Setelah didekati, ternyata sosok menggantung itu adalah mayat.
Sontak yang bersangkutan lari tunggang langgang. Kemudian dia memberitahukan apa yang ditemukannya itu, kepada warga sekitar. Sebagian warga lainnya, memberitahukan ke perangkat desa. Oleh perangkat desa, kemudian diteruskan ke Polsek Wagir. Kabar penemuan mayat itu, langsung tersebar bagitu cepatnya.
Masyarakat, lalu berbondong-bondong menuju lokasi kejadian. “Anggota kami yang menerima laporan itu, lalu bergegas menuju lokasi kejadian. Di lokasi kejadian, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Serta memintai keterangan saksi,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya.
Saat dilakukan olah TKP itu, kondisi korban diketahui sangat mengenaskan. Kepala korban terikat tali tambang sepanjang satu meter dengan lidah keluar menjulur. Korban memakai celana panjang warna hitam, kaos dalam wana biru dan hem motif kotak-kotak.
“Kemudian kami bersama petugas medis, menurunkan jenazah korban. Kemudian dibawa ke Kamar Mayat RSSA Kota Malang untuk dimintai visum,” tuturnya. Sedangkan korban nekat melakukan hal itu, lantaran dililit hutang. Hal itu menurut pemeriksanaan beberapa saksi yang dilakukan oleh pihaknya.
Selain itu, juga dikuatkan dengan SMS terakhir yang berisi penagihan hutang maupun pinjaman dari salah satu koperasi. “Setelah kami lakukan visum, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka. Selanjutnya, langsung dmakamkan malam itu juga,” pungkasnya. (big/ary)