Dollar Hingga Blanco Dalam Tas

MALANG – Nampaknya, pelaku Gendam di Pasar Besar yang menyasar ke Lenita(50 tahun), warga Jl Raya Gadang 19, Sukun, Kota Malang, Selasa (27/1) kemarin, memiliki jam terbang tinggi. Saat Kepolsian Sukun memeriksa isi tas mereka, ditemukan sejumlah uang lembar asing senilai belasan juta.
"Di tas pelaku, ditemukan uang dollar Amerika, blanco Mexico, dan rupee India. Polisi menemukan perhiasan dan uang tunai sebesar belasan juta rupiah. “Barang-barang itu ada di tas milik ketiga pelaku," ungkap Kapolsek Sukun, Kompol Sutyanto kepada Malang Post di kantornya, kemarin.
Menurutnya, para pelaku sulit melakukan pengakuan. Sampai  kemarin siang, para pelaku belum mau mengaku kalau mereka melakukan aksi gendam. Saat ditanyai wartawan, mereka mengaku hanya melakukan pekerjaannya. "Pelaku agak sulit memberi keterangan, sampai sekarang kami masih melakukan pengembangan kasus," jelas Sutyanto.
Ketiga pelaku yang ditangkap Polsek Sukun adalah Jenna (43 tahun), warga Jl Lorong Bakar Batu, Tanjung Pinang Barat, Riau ; Aisah (42), warga Jl Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat dan Lina Febriani (33 tahun), warga Jl Suka Damai, Madukoro Baru, Kota Bumi Utara, Lampung.
"Itu uang hasil kerja saya, saya mau kirimkan ke anak saya di Lampung," ungkap Lina, saat ditanyai darimana uang itu berasal. Wanita berambut sebahu ini mengatakan, kalau selama ini dia bekerja sebagai sopir. "Sudah satu tahun saya bekerja disini," tandasnya.
Sementara Aisah, juga tidak mengaku kalau uang bernilai jutaan yang sekarang disita polisi itu hasil gendam. "Tidak, itu uang saya," katanya pelan sambil terus merundukkan kepala. Aisah enggan mengaku kalau dia telah melakukan gendam ke korban, Lenita.
Jenna lebih parah lagi, bukannya mengaku, dia malah memohon kepada Lenita agar dibebaskan. "Tolong, saya tidak melakukan apa-apa. Keluarga saya sakit," ujarnya memohon kepada Lenita. Saat itu juga, polisi langsung menyuruhnya diam dan berbalik badan. "Saya terserah polisi," balas Lenita.
Ketiga pelaku, sekarang diamankan beserta barang bukti berupa mobil Xenia warna silver dengan nopol B 1135 KZV, serta tas, beserta isinya. Satu pelaku lagi yang dikenal dengan sebutan "engkoh" masih buron, melarikan diri ke arah Malang Selatan.
Ketiga korban dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan. Untuk proses selanjutnya, diserahkan ke Polsek Klojen karena TKP berada di kawasan Klojen. "Masih ada barang yang dibawa pelaku, berupa gelang, cincin, uang Rp 500 ribu dan anting-anting anak saya. Total kerugian, kira-kira Rp 60 juta," jelas Lenita. (erz/feb)