Nikahkan Korban, Kelurga Cabut Laporan

KEPANJEN- Seorang tahanan kasus asusila anak di bawah umur bernama Mufid Aristanto,  Desa Beringin RT 07 RW 04 Kecamatan Wajak, menikahi korbannya. Tersangka berusia 18 tahun itu, menikahi Puput Lamisyati, 17 tahun, Desa/Kecamatan Wajak di ruang Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Mapolres Malang kemarin.
Meski menikahi korbannya, tidak serta merta membuat tersangka dapat menghirup udara bebas. Usai mengucapkan ijab kabul, tersangka harus kembali ke dalam selnya. Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK mengatakan, paling lambat tersangka dapat menghirup udara bebas pada pekan depan. Karena korban sudah mencabut laporannya.
“Setelah korban mencabut laporannya, maka tersangka akan segera dibebaskan. Saat ini keluarga korban sedang mengurus administrasi pencabutan laporan itu,” ujar Wahyu kepada Malang Post kemarin.
Sepanjang sejarah Polres Malang berdiri, sebanyak tujuh kali terjadi pernikahan antara tersangka yang masih dalam penahanan dengan korbannya. Khusus untuk kasus asusila terhadap anak di bawah umur ini, menjadi pembelajaran bahwa bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Kami menyerahkan kepada keluarga korban, terkait perkembangan kasus asusila ini. Apakah diselesaikan secara kekeluargaan dengan menikahi seperti ini, maupun proses hukumnya dilanjutkan,” kata dia.
Sedangkan suasana akad nikah yang berlangsung di Ruang Gakumdu Mapolres Malang berlangsung sangat khidmat. Kedua keluarga sama-sama menyaksikan pernikahan yang sakral tersebut. Untuk orang tua laki-laki maupun tersangka Mufid Aristanto, dihadiri langsung oleh ayahnya, Sariono.
Sedangkan orang tua korban Puput Lasmiyati, dihadiri langsung ayahnya bernama M Salim dan ibunya bernama Pudji Lestari. Prosesi pernikahan itu, dipimpin staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wajak, Cholil Fanani. Suasana semakin haru, ketika Mufid Aristanto mengucapkan ijab kabulnya.
“Saya terima nikah dan kawinnya Puput Lamisyati binti Agus Salim, dengan mas kawin senilai Rp 50 ribu,” ujarnya mengucap ijab Kabul.
 Setelah petugas KUA dan saksi  menyatakan sah, keduanya lantas bersalaman. Sedangkan tersangka, tidak bisa menikmati masa indah bersama istrinya. Karena harus kembali masuk ke sel tahanan.
Menurut Staff KUA Kecamatan Wajak, Cholil Fanani, mengaku baru pertama kali menikahkan pasangan suami istri di Mapolres Malang. “Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Sedangkan prosesnya, sudah sah. Tinggal menunggu surat nikah, yang akan jadi pada pekan depan,” tuturnya di tempat yang sama. (big/aim)