Maling Mobil Kritis Dimassa, Satu Pelaku di Dor

MALANG POST – Dua pencuri mobil, Hendra Puji Lestari, 23 tahun, dan Satuman, 25 tahun, warga Dusun Gunungsari, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang menjadi bulan-bulanan warga. Bahkan, Hendra sempat dihadiahi petugas dengan timah panas di kaki kananya. Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen untuk mendapatkan perawatan.
“Tersangka berusaha kabur saat kami bawa ke Polsek Ngajum,’’ kata Kapolsek Ngajum AKP Gianto.
Amuk massa bermula saat Hendra dan Satuman mencuri mobil Mitsubishi L300 pick up nopol N8452 DH milik, Juremi, 32 tahun, warga Dusun Babakan, RT 05 RW 09 Desa Ngasem, Kecamatan Ngajum, sekitar pukul 02.00 WIB, Senin kemarin, dengan mengendarai motor Suzuki Satria FU N2185 FM.
 “Mobil sudah berpindah tempat, di dorong tersangka Hendra ke arah barat,’’ terang Kapolsek.
Saat itulah Warsiman, 46 tahun kakak Juremi memergoki mobil. Awalnya, Warsiman tidak curiga, bahkan sempat bertanya. “Bengi-bengi metu arep gawe ngangkut opo?,’ ‘tanyanya. Warsiman baru curiga, setelah pengemudi tidak menjawab, dan buru-buru menghidupkan mesin mobil untuk kemudian kabur.”Saksi langsung berteriak maling,  begitu melihat kejadian tersebut. Dan warga langsung merespon dengan melakukan pengejaran,’’ kata Kapolsek.
Dalam kondisi panik, Satuman  melajukan mobilnya. Keduanya yang tidak ingin tertangkap, memilih untuk menghentikan laju mobil dan melanjutkan kaburnya menggunakan motor. Dengan kecepatan tinggi, pelaku pun menuju ke ladang tebu milik warga. Tapi begitu, karena masuk ke area ladang, tersangka pun meninggalkan motornya, dan bersembunyi di ladang tebu.
Kondisi gelap membuat warga kesulitan melakukan pencarian. Tapi begitu, warga tidak putus asa. Hasilnya, pukul 05.30 WIB, Hendra keluar dari persembunyiannya. Saat itu juga langsung disergap warga, yang menghadiahi dengan bogem mentah. Hendra yang sudah meminta ampun dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya terus mendapatkan pukulan. Hingga akhirnya petugas pun mengamankannya. Oleh petugas Hendra langsung dibawa ke Polsek. Tapi begitu, saat dibawa inilah Hendra berusaha kabur. Petugas yang tidak ingin pelaku kabur langsung menghadiahi timah panas terkena di betis kanannya.
Satuman sempat melakukan perlawanan, dia terus menyabetkan parang yang dibawanya. Salah satu sabetannya mengenai Rojikin, warga yang saat itu ikut mengepung. Kondisi inilah yang membuat warga kian emosi. Warga pun mengeroyok Satuman.  
Sementara itu, Hendra yang kemarin kesakitan dengan luka tembak di betis kanannya ini mengaku melakukan pencurian baru dua kali. Pertama dia dan Satuman  mencuri motor Suzuki Satria FU di Jalan Raya Tumpang Sabtu (31/1) lalu. Hal inilah yang membuat Hendra dan Satuman ketagihan dan Senin (2/2) dinihari kemarin dia mencuri mobil milik Jeremi.
“Saya tidak ada rencana, tadi malam berjalan-jalan dengan Satuman, kemudian melihat ada mobil parkir, dan tiba-tiba memiliki niat mencuri,’’ kata Hendra.
Tapi begitu, pengakuan Hendra ini dimentahkan oleh Kasatreskrim Polres Malang  AKP Wahyu Hidayat yang kemarin menginterograsinya. Sebaliknya, pria berkacamata ini menuduh Hendra dan Satuman telah memiliki rencana. Tuduhan tersebut dikuatkan dengan ditemukannya satu kunci T berikut enam anak kunci T dari tas yang dibawa tersangka. Bukan itu saja, tersangka juga membawa parang. Bahkan, Wahyu mengatakan, keduanya merupakan pelaku yang keji dan tidak segan-segan melukai korbannya. “Senjata tajam yang dibawa itu disiapkan jika korban melakukan perlawanan,’’ tambah Wahyu.
Selain sajam, dan anak kunci, petugas juga berhasil mengamankan jimat. Menurut Kasat jimat ditemukan di dompet masing-masing tersangka. Tidak dijelaskan, jenis jimat yang ditemukan, tapi dari pengakuan Hendra salah satu jimat yang diamankan adalah jimat keselamatan.
“barang bukti yang kami amankan, jaket hitam dan disakunya ada kunci T berikut anak kuncinya, dua parang, tas hitam berisi linggis sepanjang 30 centimeter, mobil Mitsubishi L300 pick up nopol N8452 DH Suzuki Satria FU N2185 FM, sepasang plat nomor nopol  AG 4524 FI, HP merek Samsung warna putih dan uang Rp 320.000,’’ tambah Kasat. (vik/aim)