Pasutri Penjagal Budi Ditangkap

MALANG POST - Pasangan suami istri (pasutri) Ahmad Rohim alias Saiful, 30 tahun dan Siti Jamiyeh, 29 tahun warga Dusun Sumbernongko RT 19 RW 19 Desa/Kecamatan Pagak resmi berstatus tersangka, kemarin. Mereka merupakan pelaku pembunuhan sadis terhadap Budiono, 41 tahun warga Desa Wonokerto Kecamatan Bantur. Keduanya menjalankan peran berbeda saat menghabisi Budiono yang bertamu ke rumahnya.
Pembunuhan ini sungguh mirip adegan di film horor.  Korban pasti tak mengira sedang bertamu di rumah jagal. Siti Jamiyeh dengan ramah menyuguhkan minuman kepada Budiono. Siapa sangka minuman berisi racun. Begitu Budi pingsan, sang suami Ahmad Rohim langsung mengeksekusi dengan kayu. Kepala korban pecah, nyawanya langsung raib, kemudian jasadnya dikubur Rohim di kebun tebu.
Kemudian keduanya kabur membawa harta korban. Aksi pelarian pasangan pembunuh ini berakhir.
Mereka berhasil ditangkap tim buser Polres Malang Kabupaten. Polisi butuh waktu empat hari untuk menangkap pelaku. Keduanya ditangkap di rumah orang tua Jamiyeh yang berada di Desa Kompol Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan Senin (2/2) sore. Untuk motifnya sendiri, adalah perampokan alias ingin menguasai harta benda korban.
 “Sebelum melakukan pembunuhan itu, tersangka terlebih dahulu meracuni korban menggunakan potas. Setelah korban tidak sadarkan diri, tersangka memukul kepala korban menggunakan kayu,” ujar Kapolres Malang AKBP Aris Haryanto SIK kemarin.
Kapolres menerangkan, selain motif ingin menguasai harta benda korban, terdapat motif lain dari para tersangka. Mereka kecewa dengan korban, yang hanya membayar uang muka atas pembelian kayu jati itu. Tersangka menginginkan pembayaran penuh. Sedangkan korban hanya memberikan uang muka sebesar Rp 10 juta dan sisanya diberikan usai tebang. Karena kecewa itu, tersangka Ahmad Rohim nekat melakukan pembunuhan tersebut.
“Untuk keterlibatan istri tersangka bernama Jamiyeh ini, masih kami selidiki. Diduga kuat, Jamiyeh ini yang meracuni korban,” terang mantan Kapolres Pacitan ini. Modus yang dilakukan meracuni korban, yakni melalui minuman kopi. Minuman kopi itu, telah dicampuri potas dan racun serangga, yang diduga kuat dilakukan tersangka Jamiyeh.
Setelah korban tidak sadarkan diri, lalu oleh tersangka Ahmad Rohim lalu melakukan pemukulan di bagian belakang kepala korban. “Tersangka melakukan pemukulan tersebut di rumahnya. Tepatnya berada di ruangan tengah,” ujar Perwira Menengah (Pamen) dengan dua melati di pundaknya tersebut, kepada Malang Post kemarin.
Setelah melakukan pemukulan itu, korban bersama istrinya menguras harta benda milik korban. Diantaranya HP, sepeda motor dan termasuk uang tunai sebesar Rp 10 juta yang dipergunakan korban sebagai uang muka. Kemudian, tersangka mengubur jasad korban di area lahan tebu yang berjarak satu kilometer dari rumahnya.
“Setelah menguburkan jenazah korban, kedua tersangka ini lantas melarikan diri ke Kabupaten Bangkalan Madura,” imbuhnya. Sedangkan atas perbuatan keduanya itu, dijerat dengan Pasal 340 KUHP Tentang Pembunuhan Berencana. Ancaman hukuman maksimal seumur hidup dan paling rendah 20 tahun kurungan penjara.
Untuk kronologis tertangkapnya korban, dia menjelaskan, bermula dari penyelidikan dan memintai keterangan dari para saksi. Kemudian, diketahui kedua tersangka tersebut, melarikan diri ke Kabupaten Bangkalan Madura. Kemudian, petugas bergegas menuju tempat tersebut, kemudian melakukan penangkapan terhadap keduanya.
Tim Satrekrim Polres Malang berjumlah 16 orang, dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK.  Pengejaran ke Surabaya hingga Bangkalan dilakukan, karena signal telepon salah satunya terlacak disana.
“Untuk penangkapan sendiri kami bekerjasama dengan Polda Jawa Timur dan Polres Bangkalan. Kedua pelaku juga tidak bisa mengelak lagi, saat hendak ditangkap,” tuturnya.
Selanjutnya, petugas akan mengembangkan kasus ini, untuk menyelidiki dugaan keterlibatan pelaku lainnya. “Langkah selanjutnya, kami akan melakukan rekronstruksi untuk mengetahui tiap adegan yang dilakukan oleh kedua pelaku ini,” pungkasnya. (big/ary)