Ditinggal Istri, Tega Perkosa Gadis Cacat

Tersangka Bero, diperiksa di ruangan UPPA Satreskrim Polres Malang

KEPANJEN- Sungguh malang nasib gadis cacat berinisial WU, 27 tahun, warga Kecamatan Sumberpucung ini. Gadis tuna wicara ini, diperkosa oleh buruh bangunan, Bero, 46 tahun, warga Desa Sambigede Kecamatan Sumberpucung hingga hamil.
“Tersangka kami tangkap di rumahnya, atas laporan dari keluarga korban berinisial WU. Korban ini, mengalami perkosaan yang dilakukan oleh tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK kepada Malang Post kemarin. Dijelaskannya, sebanyak tiga kali tersangka melakukan perbuatan bejatnya.
Perkosaan terakhir kali yang dilakukan tersangka, pada bulan Agustus tahun 2013 lalu. Modus yang digunakan tersangka, memanfaatkan cacat fisik yang dialami korban. Saat korban sedang berisitirahat di rumahnya dan kondisi rumah korban sedang sepi dimanfaatkan tersangka untuk melancarkan aksinya.
“Saat korban sedang berisitirahat, pelaku datang menghampirinya. Tersangka mengajak korban berhubungan layaknya suami istri. Namun, hal itu ditolak oleh korban,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini.
Tersangka malah mengancam korban akan dipukul bila menolah hubungan intim itu.
Karena takut dan tidak bisa berbuat apa-apa, meski mencoba melawan, namun keterbatasan fisik menjadi halangan.  Korban tidak kuasa melawan tersangka.
 “Tersangka melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali. Kondisi rumah korban sepi, dimanfaatkan pelaku untuk melakukan hal itu,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini.
Akibat peristiwa yang dialaminya itu, korban lebih banyak berdiam diri. Keluarga korban tentunya curiga. Kemudian, korbanpun menjelaskan kepada orang tuanya, bahwa dirinya telah diperkosa oleh tersangka. Orang tua korban yang tidak terima, langsung melaporkan perisitiwa tersebut ke SPKT Polres Malang. Berbekal dari laporan itu, petugas melakukan penangkapan tersangka di rumahnya.
“Tersangka kami jerat dengan Pasal 285 KUHP tentang perkosaan, yang ancaman hukumannya maksimal 12 tahun kurungan penjara,” kata pria berkacamata ini.
Dihadapan penyidik, tersangka mengaku nekat melakukan perbuatan itu, lantaran ditinggal pergi istrinya selama tiga bulan. Dia membutuhkan pelampiasan nafsu maupun hasrat seksualnya tersebut.
“Istri saya pergi meninggalkan saya. Saya tidak tahu mengapa alasannya, dia meninggalkan saya. Saya terpaksa berbuat seperti ini,” kata bapak dua anak itu. Meski demikian, sebenarnya dia mau betanggungjawab dengan menikahi korban. Namun, keluarga korban yang tidak terima, lebih memilih memenjarakan tersangka. (big/aim)