Buru Pembantu Jagal Bantur

KEPANJEN-Kasus pembunuhan pedagang kayu, Budiono yang dilakukan pasangan suami istri (Pasutri) Rohim dan Siti Jamiyeh, di duga tidak hanya dilakukan dua orang saja, Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK mengindikasikan adanya pelaku lain yang membantu aksi pasutri itu.
 “Saat ini kami masih memintai keterangan dari kedua tersangka. Termasuk berusaha mencari tahu, terkait persitiwa sebenarnya dari pembunuhan ini,” ujar Wahyu kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, dalam kasus pembunuhan tersebut, ada beberapa keterangan yang janggal dari kedua tersangka terkait proses pembunuhan yang dilakukan tersebut. Usai melakukan pembunuhan, tersangka Rohim membawa jenazah korban dengan meggendongnya dan menguburkan di lahan tebu dekat rumahnya.
“Tersangka Rohim tidak mungkin menggendong tubuh korban sendirian. Karena tubuh korban tersebut sangat berat. Diduga ada yang membantu tersangka mengangkat tubuh korban. Tapi tidak mungkin dibantu istrinya,” papar pria berkacamata ini.
Menurut pengakuan tersangka Rohim, mengaku sendirian mengangkat jenazah korban. Hal ini akan terus diselidiki oleh penyidik.
“Meski jarak lahan tebu dari rumah korban dekat, tapi medannya sangat sulit. Sehingga mustahil tersangka mengubur jenazah tersebut sendirian,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini.
Untuk mengetahui kronologis pasti terkait peristiwa pembunuhan tersebut, pihaknya akan melakukan rekonstruksi pada pekan depan. Rencananya rekonstruksi itu dilaksanakan di area Polres Malang. Karena petugas tidak mau mengambil risiko. Bila rekonstruksi dilakukan di TKP, dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak masyarakat.
“Selain itu, juga menjaga perasaan keluarga korban, rekonstruksi akan dilakukan di Mapolres Malang saja,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya. Selain mengungkap tabir sebenarnya dari peristiwa maut ini, rekonstruksi juga dilakukan, sebagai bahan petugas penyidik melengkapi berkas pemeriksaan.
Dugaan lain terkait kasus ini, juga sedang diusut oleh peyidik Satreskrim Polres Malang. Kedua tersangka dijerat pasa 340 KUHP tentang pembunuhan.
 “Ancaman hukumannya, maksimal kurungan penjara seumur hidup dan minimal kurungan penjara selama 20 tahun,” bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Malang sukses menangkap pasutri pelaku pembunuh pedagang kayu, Budiono, 41 tahun warga Desa Wonokerto Kecamatan Bantur. Keduanya ditangkap di Desa Kompol Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan Senin (2/2) sore. Keduanya melakukan pembunuhan Kamis (28/1) lalu, motifnya ingin menguasai harta benda korban. (big/aim)