Kasus Kades Ferri Segera P-21

KEPANJEN - Kades Tawangargo, Kecamatan Karangploso nonaktif, Ferri Misbahul Hakim, bakal berlama-lama menjalani penahanan di Mapolres Malang. Hingga kemarin,
berita acara pemeriksaan (BAP) P-19 nya sudah dilimpahkan kepada Kejaksanaan Negeri (Kejari) Kepanjen belum tuntas hingga P-21.
Akibatnya, Kades yang disangka melakukan penyalahgunaan dana hibah tahun 2014 itu, harus berlama-lama mendekam di rutan Mapolres Malang.
“Sampai hari ini (kemarin), penyidik masih menunggu perkembangan dari berkas P-19 yang sudah dikirimkan ke Kejari pada seminggu lalu. Jika memang dianggap lengkap atau P-21, maka nanti tinggal menunggu berita acara kelengkapan berkas dan akan segera dilimpahkan ke kejaksaan,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Sebaliknya kalau masih dianggap belum lengkap, secepatnya akan dikoordinasikan untuk kemudia melengkapi hingga bisa P-21. Karena BAP yang dikirimkan masih diteliti, tambah pria berkaca-mata itu, maka secara otomatis tersangka masih dilakukan penahanan.
“Kalau sudah dianggap lengkap atau P-21, berkas akan kita serahkan ke kejaksaan bersama tersangkanya,” tambahnya.
Disinggung mengenai penelitian berkas, Wahyu menjelaskan, penyidik kejaksanaan memiliki waktu 14 harus untuk meneliti berkas. Jika dalam 14 hari berkas tidak dikembalikan, maka dianggap sudah P-21. Sehingga, tersangka akan dibawa ke Kejaksanaan Negeri Kepanjen. “Karena masih seminggu dikirimkan berkasnya, maka penyidik Polres Malang, masih menunggu perkembangannya. Jadi, tinggal melihat perkembangan hingga seminggu ke depan,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan, Ferri ditangkap petugas, setelah sempat mangkir dan mencoba menghindari pemeriksaan dalam kapasitas sebagai tersangka oleh penyidik Polres Malang. Kades yang kini dinonaktifkan itu, sebelumnya dilaporkan penyalahgunaan dana hibah oleh kelompok masyarakat (Pokmas) Tawangargo dengan kerugian negara mencapai Rp 400 juta. (sit/aim)