Sakit Hati, Kuras Harta Tetangga

Mujiono berikut barang bukti BPKB

GONDANGLEGI – Mujiono, 55 tahun warga Dusun Krajan, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, nekat menguras barang-barang milik tetangganya hanya mengaku karena sakit hati.  Dalam satu malam, Mujiono berhasil membobol dua rumah tetangganya dan berhasil menggondol dua sepeda motor, uang belasan juta rupiah dan lainnya.
Kejadian yang terjadi pada 2 Agustus 2014 lalu, ada dua rumah yang dijadikan sasaran pencurian selama semalam yakni sekitar pukul 02.00 hingga 04.00. Pertama rumah Supiah, 58 tahun warga Dusun Krajan, yang kehilangan sepeda motor Yamaha, uang Rp 12 juta dan perhiasan sekitar 19 gram. Kedua, rumah Kisbulah, 40 tahun warga Dusun Krajan, yang kehilangan sepeda motor RC, BPKB Vario dan BPKB Yamaha Vega serta uang Rp 500 ribu.
“Karena kejadiannya sangat janggal, makanya saya lakukan pemeriksaan ulang,” kata Kapolsek Gondanglegi, Kompol Budi Haryanto kepada Malang Post, kemarin.
Dari pemeriksaan itu, dugaan mengarah kepada Mujiono, karena sebelum pencurian, tersangka ada di rumah orang tuanya dan tiba-tiba tidak kelihatan seusai dua rumah tetangganya menjadi korban pencurian.
Berdasarkan dugaan itu, dikembangkan ke rumah Mujiono yang tinggal di rumah istrinya di Desa Bambang, Wajak.
“Saat didatangi pertama, tersangka tidak ada. Pelaku, diketahui memiliki rumah kost di kawasan Kecamatan Pakis. Sehingga, menunggu informasi warga mengenai keberadaan tersangka. Baru setelah beberapa hari diburu, akhirnya pelaku diinformasikan pulang ke Wajak dan langsung dilakukan penangkapan,” tambahnya.
Saat ditangkap, ujar mantan Kapolsek Sumberpucung itu, pelaku tengah menggunakan sepeda motor F1 milik korban Supiah. Dalam pemeriksaan, akhirnya pelaku menunjukkan satu motor lain yang disimpan di kawasan Pakis.
“Selain motor, sejumlah BPKB motor milik korban, juga berhasil diamankan,” paparnya.
Dalam pemeriksaannya, Mujiono mengaku dirinya nekad mencuri motor tetangganya, akibat sakit hati dengan istri salah satu korban. Dalam kondisi rumah sepi karena ditinggal pemiliknya ke pasar dan sambang ke rumah saudara, motor di dalam rumah pun kemudian disikatnya
“Sapiahnya waktu itu ke pasar. Sedangkan Kisbulah, sedang ke rumah saudaranya di Madura. Makanya, saya kemudian membawa kabur motor-motor itu dengan satu persatu,” ujar Mujiono. (sit/aim)