Melawan, Dua Perampok Sadis Didor

KEPANJEN – Aksi tegas dilakukan para petugas pemburu pelaku kejahatan, tim Buru Sergap (Buser) Satrekrim Polres Malang. Dua dari empat kawanan pejahat sadis pencurian sepeda motor ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap pada Sabtu (7/2) kemarin malam. Timah panas menembus kaki kedua kawanana pejahat itu.
Empat pelaku itu yakni Deni Kurniawan, 34 tahun, warga Desa Maguan Kecamatan Ngajum, Selamet Mulyadi 34 tahun, warga Dusun Ringin Pitu Desa Peniwen Kecamatan Kromengan, Mustaqim, 24 tahun, warga Dusun Petung Roso Desa Babadan Kecamatan Ngajum dan Samuri, 52 tahun, warga Desa Kesamben Kecamatan Ngajum.
Penangkapan keempatnya dilakukan terpisah, kali pertama menangkap Deni Kurniawan. Deni yang berada di rumahnya berusaha melawan petugas yang akan menangkapnya. Dia mengancam petugas dengan mengacungkan sebilah celurit di tangannya.
“Karena dianggap membahayakan petugas, petugas menembak kaki sebelah kiri untuk melumpuhkannya. Tembakan itu membuatnya dia tidak berdaya,” kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK kepada Malang Post kemarin.
Pelaku kedua yang ditangkap adalah Slamet Mulyadi. Dia ditangkap dirumahnya tanpa perlawanan. Hanya saja, saat akan dibawa petugas, dia sempat mencoba melarikan diri. Tidak ingin buruannya lepas, petugas langsung menembak kaki kirinya dengan timah panas. Sedangkan, penangkapan Mustaqim dan Samuri dilakukan tanpa perlawanan. Samuri ditangkap di warung kopi dekat rumahnya.
“Dari hasil pemeriksaan tersebut, kawanan ini tidak hanya mencuri sepeda motor tapi juga melakukan perampokan,” papar pria berkacamata ini.
Penangkapan pelaku perampkan ini, atas pengembangan sebelumnya dari pencurian sepeda motor. Total, terdapat 11 pelaku dalam kasus ini. Sedangkan tujuh pelaku lain, identitasnya sudah dikantongi petugas. Penangkapan kawanan perampokan ini, bermula dari kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) milik Mulyadi, 45 tahun, warga Desa Peniwen Kecamatan Kromengan. Mereka mencuri sepeda motor Yamaha Mio N 2040 FO warna biru milik korban, pada hari Kamis (29/1) yang lalu.
“Mereka melakukan pencurian itu, pada malam hari, dengan mencongkel jendela rumah korban menggunakan linggis. Terdapat empat orang, yang masuk ke dalam rumah itu. Saat kejadian itu, peghuni rumah sedang terlelap tidur,” kata Perwira Pertama (Pama) denga tiga balok di pundanya tersebut.
Lima pelaku lainnya, melakukan pengawasan dari luar rumah. Dua pelaku lainnya, yang mempunyai ide dan menggambar lokasi. Empat pelaku berhasil meringkus harta benda milik korban. Selain sepeda motor, mereka juga mengambil barang berharga lain, uang tunai Rp 1,7 juta dan sejumlah perhiasan.
“Dari hasil penyelidikan tersebut, mengarah kepada salah seorang pelaku bernama Mustaqim yang oleh petugas, dilakukan penangkapan di rumahnya,” terangnya.
Mereka juga merampok Ismiati, 41 tahun, warga Desa Karangrejo Kecamatan Kromengan. Kejadian itu, pada pertengahan tahun 2013 lalu. Pelaku menguras uang tunai senilai Rp 7 juta milik korban. “Kawanan ini dikenal sadis dan kerap melukai korbannya, bila aksinya kepergok,” paparnya. (big/aim)