Mesum di Ruangan, Kasek dan Guru Digerebek

TUBAN - Seorang Kepala Sekolah (Kasek) SMA di Tuban digerebek sekelompok mahasiswa saat sedang berbuat mesum dengan guru wanita. Ironisnya perbuatan bejat dilakukan di ruang kepala sekolah saat jam pelajaran usai.
Kedua guru mesum tersebut diketahui berinisial SF dan RT. Selain berstatus sebagai kepala SMA di Tuban, SF, diketahui juga menjabat sebagai Wakil Kepala SMAN. Sedangkan RT, merupakan tenaga pengajar honorer di SMAN yang sama. "Laki-laki statusnya kepala sekolah, tapi yang perempuan belum PNS, masih honorer," kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, Senin (9/2/2015).
Menurut Kasat Reskrim, penggerebekan dilakukan sekelompok mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makdum Ibrahim (STITMA). Setelah itu kedua pasangan diserahkan kepada polisi untuk diproses secara hukum. "Sekolah itu (Muallimin) berada dalam satu kawasan dengan kampus STITMA," ungkapnya.
Para mahasiswa yang sedang kumpul-kumpul di kampus curiga dengan kedatangan SF dan RT. Sebab SF tidak biasa datang ke sekolah pada malam hari. Terlebih datang bersama wanita yang bukan istri maupun guru setempat. "Setelah keduanya masuk ruangan, beberapa saat kemudian digrebek. Katanya sih dalam kondisi telanjang. Lalu diserahkan Polsek, kemudian sama Polsek diserahkan kita (Satreskrim Polres Tuban)," bebernya.
Hingga kini kedua pelaku masih diperiksa penyidik di Mapolres Tuban. Polisi belum bisa menjerat keduanya dengan pasal 284 KUHP, tentang persetubuhan, karena belum ada pihak-pihak yang melapor. "Bisa kena pasal 284, tapi ini kan delik aduan. Jadi kita masih nunggu laporan dari istri atau suami pasangan yang selingkuh," tandasnya.
Terpisah, Kepala Disdikpora Tuban, Sutrisno, mengatakan, oknum Kasek SMA di Tuban yang digerebek sekelompok mahasiswa saat mesum dengan guru wanita di ruang kerjanya, langsung dicopot dari 2 jabatan yang diembannya selama bertahun-tahun. Tak hanya kehilangan jabatan Kepala SMA swasta, SF yang berstatus PNS juga dicopot sebagai Wakil Kepala (Waka) Kurikulum SMAN di Tuban. Bahkan kini SF ditempatkan sebagai staf biasa di kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban. "Yang bersangkutan saat ini sudah kita tarik ke dinas, mulai hari ini (kemarin.red.)," kata Sutrisno, kemarin.
"Tugas-tugasnya di sekolahan sudah ada penggantinya. Intinya, di sekolahan dimana dia mengajar dulu sudah tidak ada masalah lagi," tambahnya.
Sementara untuk RT, pengajar honorer yang menjadi pasangan selingkuh SF, juga telah diberhentikan pihak sekolah. Perbuatan wanita bersuami itu dianggap telah melakukan pelanggaran moral berat dan mencemarkan nama baik sekolah. "Tadi kepala sekolah SMAN dimana RT bekerja juga sudah laporan kepada saya, bahwa RT telah diberhentikan,'' terang Sutrisno. (jpnn/dt/udi)