Bentuk Tim Khusus Buru Tujuh Pelaku Rampok Sadis

Empat pelaku perampokan dari 11 pelaku yang sudah tertangkap masih akan terus diburu dengan membentuk tim khusus Polres Malang..
 
KEPANJEN- Satreskrim Polres Malang membentuk tim khusus memburu tujuh orang pelaku perampokan kelompok Slamet Mulyadi yang sudah ditangkap lebih dulu. Tim khusus itu bekerjasama dengan unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) untuk mengendus dan menangkap tujuh perampok sadis yang tidak segan-segan mencelakai korbannya.
Mereka masuk dalam jaringan Salmet Mulyadi bersama tiga orang lainnya yang sudah ditangkap lebih dulu akhir pekan kemarin. Dua diantara mereka ditembak petugas. Mereka merampok di dua TKP Kecamatan Kromengan.
 “Para pelaku curas di Kromengan yang belum ditangkap, identitasnya sudah diketahui. Saat ini, tim khusus yang telah kami bentuk sudah melakukan perburuan kepada mereka,” kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat  kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, mereka diperkirakan saat ini sudah kabur ke luar daerah, tidak menutup kemungkinan mereka kabur ke luar pulau. Pasalnya, empat kawanan mereka sudah diketahui telah ditangkap. Saat ini pihaknya secara intesif melakukan penyelidikan keberadaan tujuh pelaku lainnya yang masih dalam buruannya.
“Dua dari tujuh orang yang DPO tersebut menjadi otak dari perampokan ini. Keduanya yang mempunyai ide dan menggambar lokasi yang menjadi sasaran kejahatan,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut.

Menurutnya, kawanan pelaku ini sangat kejam saat menjalankan aksinya. Mereka tidak segan-segan melukai korbannya, bila aksinya terpergok maupun ketahuan. “Dalam menjalankan aksinya, mereka membawa celurit,” imbuh mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini.
Modus saat menjalankan aksinya, mereka menyewa sebuah mobil travel untuk dipergunakan transportasi. Mobil tersebut mengedrop kawanan pelaku di sekitar lokasi yang dekat menjadi sasaran kejahatan.
Fakta lainnya, kawanan ini diketahui telah beraksi lebih dari lima TKP. Mayoritas mereka menjalankan aksi kejahatannya di wilayah Kabupaten Malang dan juga Malang Raya.
“Mereka selama ini, pelaku perampokan yang sering beraksi di Malang Raya dan belum tertangkap. Ada pula pelaku yang buron itu, berstatus residivis,” kata pria berkacamata ini.
Ditambahkannya, salah satu pelaku buron residivis itu, belum satu bulan keluar dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Lowokwaru Kota Malang dan sudah kambuh untuk mengulangi kejahatannya tersebut. “Pelaku yang residivis ini, memang spesialis perampokan. Sedangkan pelaku lainnya, juga diketahui ada yang residivis. Seperti dua dari empat pelaku yang kami tangkap ini, merupakan residivis curanmor dan rumah kosong,” tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, empat pelaku yang ditangkap itu yakni Selamet Mulyadi 34 tahun, warga Dusun Ringin Pitu Desa Peniwen Kecamatan Kromengan, Mustaqim, 24 tahun, warga Dusun Petung Roso Desa Babadan Kecamatan Ngajum dan Samuri, 52 tahun, warga Desa Kesamben Kecamatan Ngajum.
Dua dari empat pelaku itu, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Karena keduanya melakukan perlaawnan saat hendak ditangkap petugas.. Mereka melakukan curanmor di Desa Peniwen Kecamatan Kromengan. Serta melakukan perampokan di Desa Karangrejo Kecamatan Kromengan. (big/aim)