Walau di Bawah Umur,Tetap Diproses

MALANG – Kasus pencurian sepeda motor (curanmor), menjadi atensi khusus Kapolres Malang Kota. Bahkan polisi tidak memandang usia dalam menindak pelaku curanmor, yang selama ini meresahkan masyarakat Kota Malang. Selasa (10/2) malam, dua pelaku curanmor kembali ditangkap.
Kedua pelaku ini diketahui masih berstatus pelajar salah satu SMA di Kota Malang. Mereka masing-masing berinisial AZ, 16 tahun serta DK, 17 tahun. Keduanya adalah warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun.
Dua sahabat ini, diringkus petugas Reskrim Polsekta Sukun. Selain mereka, petugas juga mengamankan barang bukti sepeda motor Yamaha Vixon N 5226 GC, serta mesin dan kerangka kendaraan yang kondisinya protolan. Karena usianya masih di bawah umur, usai diperiksa keduanya langsung dilimpahkan ke Polres Malang Kota.
“Untuk kedua tersangka yang usianya masih di bawah umur ini tetap kami proses. Karena mereka tidak hanya sekali saja mencuri, tetapi sudah tiga kali. Kini kasus mereka juga masih kami kembangkan, karena ada dugaan ada pelaku lain ataupun TKP pencurian lain,” terang Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata SIK.
Diperoleh informasi, aksi pencurian yang dilakukan keduanya terjadi di Jalan Klayatan III, Gang Agus Salim Malang. Mereka mencuri sepeda motor Yamaha Vixion N 5226 GC milik Khabib Mustofa, 26 tahun. Motor tersebut dicuri ketika di parkir di teras depan rumah.
Kemudian aksi pencurian kedua terjadi di Jalan Simpang Kepuh Malang. Keduanya mencuri sepeda motor Honda milik Yohanes Tamsi Jaya, 23 tahun, seorang mahasiswa. Motor dicuri ketika di parkir depan teras rumah. “Kedua motor curian tidak dijual, melainkan dipreteli,” ujar Singgamata.
Modus operandi pencurian yang dilakukan keduanya, dengan cara keliling untuk mencari sasaran. Setelah mendapatkan target, mereka langsung beraksi dengan menggunakan kunci palsu. Satu bertugas sebagai eksekutor, dan satu pelaku lagi mengawasi sekitar.
Terungkapnya aksi pencurian yang dilakukan kedua tersangka ini, berangkat dari laporan kedua korban. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Berdasarkan keterangan saksi-saksi inilah, akhirnya mengerucut pada kedua tersangka.(agp/nug)