Depresi, ABG Tua Pilih Kendat

TUREN - Mansur Efendi, warga Jalan Kauman RT 07 RW 02 Kelurahan/Kecamatan Turen, ditemukan tewas gantung diri di halaman belakang rumahnya kemarin pagi. Penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis ini, diduga kuat depresi lantaran tidak kunjung menikah di usianya saat ini yang sudah mencapai 48 tahun.
“Dugaan lainnya yang menjadi penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya, lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Hal itu didapat dari keteragan keluarga korban,” ujar Kapolsek Turen Kompol Kamsidi kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, satu minggu sebelum mengakhir hidupnya, korban terlihat mengunjungi rumah saudaranya. Korban mengeluhkan tidak mempunyai uang. Dia hanya bekerja serabutan dan menjadi kuli panggul di Pasar Turen. Dia  juga mengeluhkan tidak kunjung menikah. Satu minggu setelah itu, korban ditemukan tewas menggantung di halaman belakang rumahnya. Korban menggantung di atas pohon sengon dengan tali dari kain.
“Yang pertama kali menemukan korban adalah seorang pemulung bernama Brengos,” imbuh Perwira Menengah (Pamen) dengan satu melati di pundaknya tersebut.
 Kemudian, saksi ini berteriak minta tolong. Teriakan itu, mengundang heboh warga sekitar. Mereka kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian tersebut.
Petugas Polsek Turen yang mendapatkan laporan itu, lalu menuju lokasi kejadian dan melakukan olah TKP, “Hasil dari olah TKP, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang membekas di dalam tubuh korban,” tuturnya. Kemudian, jenazah korban dibawa ke RS Bokor untuk dilakukan pemeriksaan. Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. “Keluarga korban mengikhlaskan kepergiannya,” pungkasnya. (big/aim)