Residivis Narkoba Dibekuk

MALANG – Heru Wijaya alias Lunglung, 28 tahun, warga Jalan Danau Tondano, Kecamatan Kedungkandang, sejak Rabu lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang Kota. Ia ditangkap Satuan Reskoba, setelah kedapatan menyimpan dan memiliki narkotika jenis sabu-sabu (SS). Barang bukti yang diamankan darinya, sepoket SS seberat satu gram.
Selain menangkap Heru, petugas juga menangkap seorang pengedarnya. Yaitu Rahmad Sugianto alias Ugik, 38 tahun, warga Prigen, Kabupaten Pasuruan. Barang buktinya adalah dua poket SS seberat sekitar empat gram.
Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni menuturkan, penangkapan kedua tersangka HW (Heru Wijaya) dan RS (Rahmad Sugianto) ini ditangkap di dua tempat berbeda. Kali pertama yang dibekuk adalah HW di Jalan Kerinci Malang. Ia ditangkap sesaat setelah membeli SS.
“Penangkapan HW ini, berdasarkan informasi masyarakat kalau HW yang merupakan residivis narkoba pada 2011 lalu ini, masih mengkonsumsi narkoba. Dan siang itu tersangka janjian untuk transaksi SS,” ujar Nunung Anggraeni.
Saat ditangkap, HW berusaha mengelabuhi petugas dengan membuang barang bukti SS. Tetapi upayanya gagal, karena diketahui oleh petugas. Ia mengaku membeli SS dari tersangka RS. Saat ditangkap itu adalah kali ketiganya membeli. Pertama membeli Rp 200 ribu, kemudian Rp 750 ribu dan terakhir Rp 1,5 juta.
Dari keterangan HW tersebut, polisi lalu memburu tersangka RS. Hasilnya RS pun ditangkap saat di depan Alfamart Jalan Panji Suroso Malang. Saat itu, RS sedang mengendarai mobil Avanza.
“Ketika ditangkap, awalnya dari RS hanya didapatkan sepoket SS. Namun setelah dikembangkan di rumahnya, ditemukan barang bukti sepoket lagi. Ia mengatakan kalau SS dipesan pada temannya bernama Kancil, yang kini masih kami buru,” jelas Nunung.
Akibat perbuatannya tersebut, HW dijerat dengan pasal 114 sedangkan RS padal 112 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya untuk HW maksimal 12 tahun, sedangkan RS adalah 20 tahun kurungan penjara.(agp)