Hadirkan Dua Saksi Ahli Hukum

Kasus Korupsi Jembatan Kedungkandang
MALANG – Diam-diam penyidik Reskrim Polres Malang Kota, kembali membuka penyelidikan kasus dugaan korupsi jembatan Kedungkandang. Bahkan, penyidik telah melakukan pemeriksaan tambahan terhadap beberapa orang saksi. Rencananya ada tiga orang saksi yang akan diperiksa secara mendalam.
Hal ini disampaikan Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata SIK, sesuai acara ‘cangkrukan’ dengan tokoh masyarakat di Pos FKPM Jalan Veteran Malang, Rabu (11/2) malam. Tiga orang yang akan diperiksa ini, menjadi kunci untuk membongkar dugaan kasus korupsi.
“Kasus dugaan korupsi jembatan Kedungkandang itu, sampai sekarang masih dalam tahap penyelidikan. Dan kami sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi tambahan. Tinggal tiga orang lagi yang akan kami dalami dalam pemeriksaan. Kapan pemeriksaannya, masih kami agendakan. Kemungkinan dalam minggu depan karena surat pemanggilannya masih belum kami buat,” terang Singgamata.
Ia mengharapkan, ketiga saksi ini nantinya bisa koorperatif dan bekerjasama dengan penyidik. Karena jika dalam pemanggilan mereka bisa tepat waktu, maka proses penyelidikan dugaan kasus korupsi bisa segera cepat terselesaikan.
“Selain meminta keterangan tiga orang saksi, kami juga akan meminta pendapat hukum kepada saksi ahli hukum. Minimal ada dua saksi ahli hukum yang kami mintai pendapat dalam perkara kasus dugaan korupsi ini,” ujarnya.
Untuk target penyelesaian ? Mantan Kapolres Lumajang ini mengatakan, awal Maret nanti sudah harus ada keputusan. Apakah penyelidikan kasus dugaan korupsi ditemukan tindak pidana, yang bisa menaikkan status menjadi ke penyidikan atau tidak.
“Jika naik ke tingkat penyidikan, maka artinya akan ada tersangka dalam kasus dugaan korupsi. Namun sebelum kami memutuskan, nanti akan kami lakukan gelar perkara. Meskipun sebelumnya kami sudah dua kali menggelar perkara ini dengan tim penyidik, untuk mengetahui mana yang harus dilengkapi dalam penyelidikan,” paparnya.(agp)