Pelaku Curanmor 24 TKP dibekuk

KEPANJEN- Satreskrim Polres Malang berhasil menangkap lima pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Desa Sumberdem Kecamatan Wonosari, Jumat (13/2) kemarin. Lima pelaku tersebut sudah melakukan pencurian motor pada 24 lokasi atau TKP.
Penangkapan lima pelaku ini berawal dari tersangka RP yang lebih dulu dihajar massa di Desa Sumberdem. Dia babak belur karena karena ketahuan oleh warga saat menjalankan aksinya. Dari satu pelaku itu, Satreskrim langsung mengembangkan penyelidikan sehingga berhasil menangkap empat orang lagi kawanan RP.
Tiga dari lima pelaku itu masih remaja. Selain RP, 18 tahun, mereka adalah JH, 18 tahun dan LA 16 Tahun. Sedangkan dua pelaku curanmor lainnya berinisal MJ, 35 tahun dan PMJ 35 tahun. Lima pelaku tersebut, merupakan warga Kecamatan Kromengan.
“Pelaku berinisial RP ini ketahuan masyarakat saat menjalankan aksinya. Kemudian pelaku ini dihajar oleh massa, lantaran mencoba melarikan diri. Tim Jatanras yang menerima laporan itu, bergegas menuju lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, bermula dari penangkapan RP inilah, kemudian mengembang ke empat pelaku lainnya, yakni JH, LA, MJ dan PMJ. Empat tersangka itu, masing-masing ditangkap di rumahnya. Sedangkan hubungan RP dengan empat pelaku itu, merupakan satu kelompok, saat melakukan pencurian sepeda motor.
“Saat kami mintai keterangan, didapat fakta bahwa mereka beraksi di 24 TKP bahkan lebih,” terang mantan Kasat Reskrim Polres tuban ini.
Sebanyak 24 TKP itu, tersebar hampir diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Diantaranya Sumberpucung, Kalipare, Kromengan, Ngajum, Kepanjen, Pagak, Gondanglegi dan Dampit.
Sedangkan saat menjalankan aksinya, mereka beraksi dua orang. Satu orang bertugas sebagai eksekutor, sedangkan seorang lagi sebagai pengawas. Modusnya, mereka menggunakan kunci T. Untuk sasarannya, sepeda motor yang berada di tempat sepi, misalnya lahan tebu, pinggir jalan dan rumah yang ditinggal tidur penghuninya.
“Sedangkan motor yang dicuri, khusus merek Honda. Karena onderdilnya mudah dijual. Setelah mendapatkan sepeda motor curian merek Honda, kemudian oleh mereka dipereteli,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya. Selain itu, para pelaku ini juga bisa mencuri sepeda motor pesanan.
Seperti yang dilakukan oleh RP ini, yang saat itu mencuri sepeda motor Kawasaki Ninja milik Suprapto, warga Desa Sumberdem Kecamatan Wonosari. Sedangkan saat ini, petugas sedang memburu lima pelaku lainnya, yang masih dalam kelompok ini. Dua dari pelaku tersebut, diduga kuat sebagai aktor intelektual dari kelompok ini.
“Dua pelaku dewasa ini, yang mengajari para remaja untuk melakukan curanmor. Identitasnya sudah diketahui, saat ini masih proses pengejaran,” pungkasnya. (big/feb)