Motif Misterius, Kritis, Dipindah di ICU

MALANG – Dugaan suami selingkuh menguat seiring keputusan nekat Rahayu Septianingsih, ibu hamil yang mencoba mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atas jembatan Brantas Jalan Gatot Subroto Malang. Namun tetap saja, motif ‘sebenarnya’ masih misterius.
Polisi kesulitan untuk mengungkap permasalahan yang menjerat korban. Pasalnya, keluarga korban yang sempat dimintai keterangan, mengaku tidak mengetahui. “Dari dugaan awal karena permasalahan keluarga. Suami korban diperkirakan selingkuh dengan wanita lain. Tetapi kami tidak mau berandai-andai, harus ada pembuktian. Sebab keluarganya ternyata juga tidak mengetahui permasalahan korban,” terang Kapolsekta Blimbing, Kompol Agus Guntoro.
Salah satu kunci untuk mengetahui alasan percobaan bunuh tersebut, hanya pada diri korban. Tetapi hingga kemarin, warga Perum Griya Damai Sejahtera, Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing tersebut, masih belum bisa dimintai keterangan.
“Korban masih belum bisa kami mintai keterangan, karena kondisinya masih butuh perawatan. Begitu pun dengan keluarganya tidak ada yang mengethui,” jelas Agus Guntoro.
Sekadar diketahui, seorang wanita muda yang hamil sekiatar 4 bulan, Jumat siang lalu nekat mengakhiri hidup dengan melompat dari atas jembatan Brantas. Sebelum menceburkan ke sungai, warga sekitar sempat meneriaki. Tetapi ia tetap nekat.
Untung nyawanya bisa selamat. Karena warga yang melihat korban bunuh diri langsung memberikan pertolongan. Meskipun kondisinya saat itu tidak sadarkan diri, kemudian dilarikan ke IRD RSSA Malang.
Sementara itu, usai menjalani observasi di IRD RSSA Malang, perawatan Rahayu dipindah ke ICU (ruang 13). Korban harus mendapat perawatan khusus, karena kondisinya masih lemah dan kritis. Bahkan, Rahayu juga masih belum bisa untuk diajak bicara.
“Kondisinya masih kritis dan harus mendapat perawatan khusus. Ia dipindah di ruang 13, ruang perawatan khusus yang steril,” ujar petugas medis RSSA Malang. Sedangkan pihak keluarga korban tetap  mengaku tidak tahu menahu permasalahan yang ada. “Saya tidak tahu,” katanya singkat.(agp/han)