Nyopet Aremanita, Residivis Nyaris Dimassa

Tersangka Misnawan saat diperiksa Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kemarin

KEPANJEN- Keramaian pertandingan uji coba Arema Cronus di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Minggu kemarin, dimanfaatkan Misnawan, 35 tahun, warga Jalan Sebuku, RT 06 RW 03 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang untuk mencopet ponsel Aremania yang memadati stadion.
Beruntung petugas kepolisian yang berada di lokasi kejadian, dengan sigap mengamankan tersangka dan membawanya ke Polres Malang. Sehingga nyawa tersangka terselamatkan dan terhindar dari amuk massa. Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat mengatakan, tersangka merupakan spesialis copet pertandingan Arema Cronus.
“Tersangka ini, berulang kali melakukan pencopetan di Stadion Kanjuruhan saat pertandingan kandang Arema Cronus,” ujar Wahyu kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, tersangka tidak sendirian saat melancarkan aksinya tersebut. Setiap melakukan pencopetan, tersangka dibatu dengan seorang kawaan lainnya. Tugas tersangka sebagai eksekutor atau yang mengambil ponsel dari korbannya. Tersangka mengambil ponsel milik dua Aremania. Korban pertama bernama Amelia Tri Astutik, 21 tahun, warga Dusun Panggang Lele RT 29 RW 01 Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare. Korban kedua bernama Tony Suganda, 21 tahun, warga Jalan Mergan Lori, RT 11 RW 06, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
“Tersangka kepergok massa, saat mengambil sebuah ponsel dari korban bernama Amelia ini, di tribun penonton dekat papan skor,” ujar Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Karena aksinya ketahuan, situasi menjadi ricuh. Massa yang kesal, mengrubuti tersangka dan berniat menghakiminya. Beruntung, polisi yang melakukan penjagaan, bertindak cepat dengan mengamankan tersangka. Kemudian, tersangka dibawa ke Mapolres Malang untuk dijebloskan ke dalam sel tahanan.
“Saat kami lakukan pemeriksaan, terdapat satu buah ponsel merk Evercross milik korban, di saku celana korban,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini.
Tersangka mengaku, sebelumnya telah melakukan pencopetan ponsel. Namun, ponsel tersebut, telah diserahkan kepada salah sorang temannya yang buron. Korban lain dari tersangka ini, adalah Tony Suganda, yang kemudian membuat laporan ke Polres Malang.
 “Atas perbuatan yang dilakukan, tersangka kami jerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian. Ancaman hukumannya, yakni minimal empat tahun kurungan penjara,” tuturnya. Lanjut dia, tersangka ini merupakan residivis.
Kejahatan yang sama pada tahun 2005 dan perjudian pada tahun 2010. Sedangkan tersangka nekat mengaku mencopet, lantaran butuh uang. “Saya tidak punya pekerjaan yang tetap. Sedangkan, keluarga saya butuh penghidupan. Terpaksa saya nekat melakukan pencopetan ini,” kilah tersangka. (big/aim)