Polda Jatim Bongkar Transaksi Jual-Beli Upal

SURABAYA - Jaringan pengedar uang palsu bergambar banteng dan macan, diciduk anggota Unit II Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim. Selain mengamankan uang palsu senilai Rp1,5 miliar, polisi juga menetapkan 6 orang sebagai tersangka. "Belakangan ini marak kasus penipuan. Kita terus menyelidiki dan mendapatkan informasi ada praktek jual beli dengan perbandingan 1:3," kata Kanit II Subdit Jatanras Kompol James F Sampow di mapolda, Jalan A Yani, Surabaya, Senin (16/2/2015).
James menerangkan, setelah mendapatkan informasi, anggota menyamar dengan menggunakan cara undercover buy. Anggota menghubungi seorang perempuan inisial AM. Mereka berkomunikasi melalui telepon.AM menawarkan perbandingan uang asli 1 mendapatkan kelipatan 3 kali uang palsu. Transaksi disepakati senilai Rp 500 juta dan mendapatkan 1,5 miliar. "Mereka kita yakinkan dengan nilai Rp 500 juta akan mengirim senilai 1,5 miliar," tuturnya.
Saat penyerahan uang sekoper senilai Rp 1,5 miliar di kawasan Juanda, Sidoarjo, AM tidak datang. Hanya ada beberapa orang yang datang dengan mengendari mobil Toyota Kijang kapsul warna hijau.
Setelah pelaku yakin, datang lagi 3 orang mengendarai mobil Xenia warna putih dengan membawa uang satu koper berisikan Rp 1,5 miliar. Sekilas uang pecahan Rp 100 ribu di koper warna hitam tersebut seperti asli. Namun, saat dicek, ternyata uang mainan. Bahkan ada uang yang gambar asli Soekarno-Hatta diganti kepalanya dengan hewan Macan dan Banteng. "Tumpukan uang itu mainan. Untuk menyakinkan, diselipkan uang asli di bagian atasnya. Sekoper tersebut yang ada uang aslinya sekitar Rp 700 ribu," terangnya.
Akibat perbuatannya, 6 tersangka inisial JU, JO, DI dan SO asal Malang. M dan AK asal Sidoarjo, dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan. Sedangkan AM masih dalam pengejaran petugas. "Kami mengimbau kepada masyarakat, agar jangan percaya dengan penggandaan uang," tandasnya sambil menambahkan, kasus tersebut masih terus dilakukan pendalaman. (jpnn/udi)