Produsen Mie Berformalin Digerebek

SURABAYA – Akal bulus Lha Kha Hing (49 tahun) mengambil keuntungan besar dari penjualan mie basah, berakhir di penjara Polrestabes Surabaya. Kha Hing tidak bisa berkutik ketika unit Kejahatan Umum (Jatanum) menangkapnya salah satu agennya Ny. Menis (50 tahun) di Jl. Gembong 18, Surabaya.
Ny Menis selama ini menjadi kaki tangan peredaran mie berformalin produk UD Ngatminah di desa Gondang, Kabupaten Mojoekrto, milik Kha Hing. ‘’Pertama yang kita gerebek adalah tersangka Ny M (Menis) di rumahnya,’’ kata AKBP Sumaryono, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, kemarin.
Dikatakan, awal dibongkarnya kasus ini dari informasi masyarakat bahwa di Pasar Pabean Cantikan beredar perdagangan mie berformalin. Seketika itu pula, tim melakukan langsung melakukan penyelidikan mulai pagi dinihari hingga siang hari di pasar di kawasan Surabaya Utara.
Hasilnya, pada 7 Pebruari 2015, sekitar pukul 14.00 WIB diketahui Ny Menis mendapat pasokan mie basah yang dimuat dalam truk boks bernopol L 9337 NB. Takut kehilangan buruannya, saat itu juga, langsung dilakukan penggerebekan. ‘’Siang itu didapat barang bukti berupa mie basah dalam kantong plastik ukuran 5 kg. Kami berhasil mengamankan 44 kantong,’’ ujar Sumaryono sembari menunjukkan mie warna kuning dimaksudkan, kemarin.
Menurut dia, Ny Menis mengaku tidak memproduksi langsung mie basah tersebut. Dia dipasok dari UD Ngatminah, pabrik mie milik Kha Hing di Mojokerto. Takut kehilangan buruannya, tim pun langsung menuju ke desa Gondang di Mojokerto.
Ternyata memang benar. Usaha UD Ngatminah memang memproduksi mie berformalin dan wilayah peredarannya adalah pasar-pasar tradisional di kawasan Surabaya. ‘’Pelaku langsung kita aman berikut beberapa barang bukti,’’ papar Sumaryono.
Dari pengakuan Kha Hing, lanjut Sumaryono, sistem pemasaran mie berformalin sengaja tidak menggunakan orang lain. Agar rahasia mie produksinya sejak 2009 ini tidak terbongkar, tim pemasaran dilakukan keluarga dekatnya sendiri. ‘’Bahkan, iparnya pun ikut memasarkan dan mengedarkan mie berformalin ini. Agar berjalan mulus, tersangka (Kha Hing) juga mengedarkannya melalui tiga kios miliknya di Pasar Keputran Surabaya,’’ ungkapnya.
Kini petugas masih terus mengembangkan kasus yang dianggap melanggar UU Perlindungan Konsumen. Masyarakat Surabaya dihimbau hati-hati saat membeli mie berformalin di pasar-pasar tradisional.
Sementara itu, beberapa barang bukti berhasil disita diantaranya 28 kantong mie besar basah dengan berat per kantong 5 kg, 14 kantong mie kecil basah dengan berat per kantong 5 kg dan 2 kantong mie gepeng basah dengan berat per kantong 5 kg.
Ditambah lagi surat jalan pengiriman, 1 buku pemesanan mie, 1 buku order penjualan mie, 1 unit truk boks nopol L 9337 NB beserta STNK, SIUP UD Ngatimah, Surat Tanda daftar Perusahaan dengan nama perusahaan UD Ngatimah.(has/udi)